Kecamatan Penyinggahan Sabet Dua Penghargaan Penanganan Stunting di Kubar
SENDAWAR – Kecamatan Penyinggahan menjadi daerah dengan capaian terbaik dalam program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Tidak hanya meraih penghargaan Terbaik 1 penilaian kinerja kecamatan untuk penginputan aksi konvergensi penurunan stunting 2025, Puskesmas Penyinggahan juga keluar sebagai puskesmas dengan capaian kehadiran balita di Posyandu (D/S) tertinggi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kutai Barat di Ruang Rapat 1 Lantai 2 Kantor Bappedalitbang Kubar, Kamis (11/6/2026).

Dalam penilaian kinerja kecamatan, Penyinggahan menempati posisi pertama, disusul Kecamatan Tering di peringkat kedua dan Kecamatan Linggang Bigung di posisi ketiga.
Sementara untuk kategori capaian kehadiran balita di Posyandu tertinggi tahun 2025, Puskesmas Penyinggahan meraih peringkat pertama. Posisi berikutnya ditempati Puskesmas Muara Pahu dan Puskesmas Muara Kedang, Kecamatan Bongan.
Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani mengapresiasi kecamatan dan puskesmas yang berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Saya berharap pengalaman dan inovasi yang telah dilakukan dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan dan puskesmas lainnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Bappedalitbang Kubar Sulhendi menjelaskan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan upaya nyata kecamatan maupun puskesmas dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Penilaian dilakukan berdasarkan penginputan aksi konvergensi stunting serta capaian kehadiran balita di Posyandu yang menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Camat Penyinggahan Edy Murhamdi melalui Kasi Pendidikan dan Kesehatan Bahrin menyampaikan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak di tingkat kecamatan.
Menurutnya, keberhasilan Penyinggahan tidak terlepas dari sinergi antara puskesmas, penyuluh keluarga berencana, aparat keamanan, pemerintah kampung, hingga masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen yang ada di kecamatan dalam mendukung penanganan stunting dan peningkatan kehadiran balita di Posyandu,” katanya.
Bahrin menambahkan dukungan pemerintah kampung juga berperan penting, terutama dalam pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan program penanganan stunting.
Meski telah meraih penghargaan, Kecamatan Penyinggahan berkomitmen terus meningkatkan capaian yang ada melalui evaluasi dan berbagai inovasi pelayanan.
Salah satu program yang tengah disiapkan adalah memperpanjang layanan Posyandu dari satu hari menjadi tiga hari agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas membawa balita untuk ditimbang.
“Rencana ini sedang kami siapkan agar masyarakat yang sedang bepergian atau memiliki kesibukan tetap bisa membawa kartu KMS untuk melakukan penimbangan balita pada hari layanan berikutnya,” pungkasnya.
(Adv/Diskominfo Kubar)



