Kaltim Dorong Smart Village jadi Fondasi Pembangunan Desa
Longtime.id – Transformasi desa di Kalimantan Timur kian dipercepat lewat program Smart Village. Hingga awal 2026, sebanyak 841 desa telah terlayani internet gratis, menjadi fondasi pemerintah provinsi untuk mendorong pelayanan publik digital, transparansi desa, serta penguatan ekonomi lokal berbasis teknologi.
Smart Village disebut bukan sekadar modernisasi teknologi, melainkan strategi jangka panjang agar desa mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan ekonomi. Ketersediaan internet desa disebut sebagai fondasi utama untuk memperkuat layanan administrasi, keterbukaan informasi, dan pengembangan ekonomi lokal.
“Smart Village ini berkaitan langsung dengan program internet gratis desa. Saat ini sudah ada 841 desa di Kalimantan Timur yang terlayani,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto, Selasa (10/02).
Rapat koordinasi tersebut melibatkan DPMPD Kaltim, Diskominfo Kaltim, DPPKUKM Kaltim, serta mitra strategis penyedia layanan telekomunikasi, guna memastikan pengembangan desa digital berjalan terpadu dan berkelanjutan.
Pemerintah menekankan bahwa pengembangan desa digital tidak boleh berhenti pada penyediaan teknologi semata, tetapi harus benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat desa dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Diskominfo Kaltim memandang desa digital sebagai instrumen penting untuk mendorong keterbukaan informasi publik, memperkuat transparansi pemerintahan desa, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui sistem informasi yang mudah diakses.
Sementara DPPKUKM Kaltim menyoroti pentingnya digital marketing desa, khususnya penguatan kemasan produk UMKM agar lebih kompetitif di pasar digital dan memiliki nilai tambah ekonomi.
Program Smart Village di Kaltim sejalan dengan Permendesa Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, yang menempatkan pemanfaatan teknologi informasi sebagai sektor strategis pencapaian SDGs Desa.
DPMPD Kaltim juga mendorong penguatan layanan administrasi desa berbasis digital yang ke depan akan terintegrasi dalam Super App Kaltim, SAKTI Gemas, untuk memudahkan akses layanan masyarakat.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan perluasan internet desa, Pemprov Kaltim berharap Smart Village tidak hanya menghadirkan layanan digital, tetapi benar-benar mengubah cara desa melayani warganya dan mengelola potensi ekonomi secara berkelanjutan. (kontributor/sr)



