Guru Kunci Utama Lonjakan Pickleball Kukar
Tenggarong– Pickleball bukan lagi olahraga baru di Kutai Kartanegara (Kukar). Popularitasnya melesat, dan kini Dispora Kukar mengungkap satu fakta penting: kunci pengembangan pickleball ternyata ada di tangan guru.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan sekolah menjadi pusat pembinaan paling efektif. Karena itu, strategi utama Dispora adalah menyasar guru terlebih dahulu sebelum melakukan sosialisasi kepada siswa.
“Sosialisasi harus dimulai dari gurunya dulu. Banyak guru yang mandiri latih murid-murid di sekolah, bahkan sampai bawa pulang prestasi dari event daerah maupun komunitas,” ujar Ali, Selasa (25/11/2025).
Ali menyebut keberhasilan pickleball di Kukar tidak lahir dari program instan. Justru, banyak guru bergerak tanpa menunggu instruksi, mengambil inisiatif mengembangkan ekstrakurikuler pickleball di sekolah masing-masing.
Melihat peran besar tenaga pendidik, Dispora pun menyiapkan apresiasi khusus di momen Hari Pendidikan mendatang. “Ini bentuk terima kasih kami. Pengembangan olahraga bukan cuma urusan Dispora. Dinas Pendidikan punya peran strategis lewat kurikulum dan kegiatan sekolah,” tegasnya.
Dispora menegaskan empat kunci percepatan pickleball Kukar: kolaborasi Dispora dan Dinas Pendidikan, guru sebagai pelatih dan motivator, sekolah sebagai pusat pembinaan berjenjang, serta hadirnya ekstrakurikuler pickleball untuk mencetak atlet muda.
Dengan skema itu, proses regenerasi atlet berjalan jauh lebih cepat dan teratur. Setiap tahun, sekolah sudah punya bibit baru yang siap naik tingkat ke level kecamatan hingga kabupaten.
Ali optimistis, semakin banyak guru terlibat, semakin besar pula potensi prestasi yang bisa diraih. “Ini investasi jangka panjang. Guru menjadi fondasi perkembangan pickleball yang berkelanjutan,” katanya.
Selain membina siswa, guru juga aktif ikut kompetisi komunitas, menambah pengalaman dan memperkuat jejaring antar sekolah. Dampaknya: intensitas kegiatan pickleball ikut meningkat di banyak kecamatan.
Pickleball Kukar kini berada di jalur melaju pesat. Dan di balik lonjakan itu, ada tangan dingin para pendidik yang tak hanya mengajar, tetapi juga membina, menggerakkan, dan mencetak generasi penerus olahraga baru ini.



