Gelar Workshop Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, DP3AKB Bontang Tekankan Pentingnya Memahami Dinamika Penduduk
BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang menggelar workshop penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan di Hotal Tiara Surya pada Selasa (12/5/2026).
Agenda tersebut diikuti oleh 25 orang dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Disnaker, Disdukcapil, BPS, dan bagian hukum.
Kepala DP3AKB Kota Bontang, Edy Foreswanto, mengatakan bahwa pembangunan tanpa perencanaan kependudukan ibarat kapal besar yang berlayar tanpa kompas.
“Pembangunan kependudukan bukan sekadar angka statistik, melainkan tentang masa depan daerah,” katanya.
Menurutnya, banyaknya jumlah penduduk yang tidak sejahtera dapat memicu permasalahan sosial, seperti maraknya pencurian.
“Hingga saat ini jumlah penduduk Kota Bontang telah mencapai sekitar 184.000 jiwa,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa tantangan kependudukan di Bontang. Mulai dari Struktur usia yang terus berubah, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketimpangan sosial.
“Seluruh tantangan tersebut harus kita carikan solusinya bersama,” tegasnya.
Edy menuturkan, terdapat tiga tujuan diadakannya workshop, yaitu untuk menyusun arah kebijakan pembangunan kependudukan Kota Bontang tahun 2025 hingga 2029.
Lalu menyelaraskan dokumen kependudukan dengan RPJMD, RPJPN, dan agenda pembangunan berkelanjutan serta memastikan dokumen yang disusun (PJPC) bersifat implementatif, bukan sekadar dokumen di atas kertas.
“Pembangunan daerah harus dimulai dengan memahami dinamika penduduknya, sebab pembangunan terbaik bukan hanya soal fisik kota, melainkan kualitas manusianya,” paparnya.
(hl/sr)



