Disdikbud Kaltim Fasilitasi Ketersediaan Lapangan Kerja Bagi Anak Disabilitas

(istimewa).
Longtime.id – Tindak lanjut pasca sekolah untuk anak berkebutuhan khusus kerap menjadi pertanyaan, terutama dalam hal ketersediaan lapangan kerja, menanggapi hal tersebut Disdikbud Kaltim ternyata telah mengadakan kerjasama dengan beberapa Instansi baik negeri maupun swasta untuk memberi ruang kepada anak-anak disabilitas pasca purna dari sekolah.
Pengawas pendidikan khusus Disdikbud Kaltim, Muhammad Sapi’i mengatakan setiap tahun, pihaknya telah mengadakan rakor yang melibatkan unsur tenaga kerja dan BAPPEDA untuk memberikan sosialisasi terkait masa depan anak disabilitas pasca lulus dari sekolah.
Sapi’i sapaan akrabnya mengungkapkan, salah satu lapangan kerja yang tersedia bagi anak disabilitas di ranah publik adalah bekerja adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) itu sendiri, mereka bisa mendaftarkan diri untuk bekerja disana.
“Banyak anak berkebutuhan khusus yang kerja di SLB, di honor oleh provinsi, baik itu jadi cleening service, jadi pegawai perpustakaan dan sebagainya,” ungkapnya.
Tak berhenti di instansi negeri Disdikbud Kaltim juga menjalin kerjasama dengan instansi atau perusahaan swasta untuk juga memberi ruang bagi anak disabilitas ini, agar peluang kerja yang mereka dapat bisa lebih besar.
“SLB Samarinda misalnya, mereka sudah bekerja sama dengan United Tractors untuk memberikan pelatihan, walaupun melatihnya hanya membersihkan AC, tapi itu terjalin” jelas Syafi’i.
Syafi’i menjelaslan langkah tersebut didasarkan pada peraturan tenaga kerja tentang wajibnya pemberian peluang bekerja bagi penyandang disabilitas, yang dirincikan untuk lembaga pemerintah 2 persen, dan lembaga Swasta 1 persen.
“Berarti kalau punya 100 orang tenaga kerja, idealnya untuk BUMN atau BUMD, minimal 2 anak berkebutuhan khusus (ABK) bisa diterima bekerja disana, kalau untuk swasta dari 100 tenaga kerja berarti wajib 1 orang ABK diberi ruang,” tutup Sapi’i. (ain/adv)



