Delapan Wakil Kutim Tembus Final MTQ Nasional, Tersebar di Tujuh Cabang
SEMARANG – Delapan peserta asal Kutai Timur (Kutim) berhasil menembus babak final Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Mereka tersebar pada tujuh cabang dan kini menjadi bagian dari perjuangan kafilah Kalimantan Timur (Kaltim) di tahap akhir kompetisi.
Berdasarkan pembaruan peringkat hingga Rabu (17/9/2026) pukul 22.00 WITA, sebagian wakil Kutim bahkan berada di posisi teratas pada cabang masing-masing.
Muhammad Abdan menjadi peringkat pertama Qira’at Murattal Dewasa Putra dengan nilai 96,67. Muhammad Murjani Alawi menempati peringkat kedua 1 Juz dan Tilawah Putra dengan nilai 96,74.

Pada 5 Juz dan Tilawah Putri, Nita Rahmatiah berada di posisi pertama dengan nilai 98,33. Sementara dua wakil Kutim, Syifa Ramadhani dan Herda Zahira, sama-sama menempati peringkat pertama Fahmil Quran Putri dengan nilai 1.350.
Dari Syarhil Quran Putra, Muhammad Khairin Arafat juga berada di posisi pertama dengan nilai 93,08. Andi Nur Azkiyah Sultan menempati peringkat pertama Sari Tilawah Syarhil Quran Putri dengan nilai 95,09.
Satu wakil lainnya, Nur Aidila Fitria, lolos melalui Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Putri dengan nilai 76,75.
Dengan demikian, delapan peserta Kutim yang tercatat lolos final adalah Muhammad Abdan, Muhammad Murjani Alawi, Nita Rahmatiah, Syifa Ramadhani, Herda Zahira, Muhammad Khairin Arafat, Andi Nur Azkiyah Sultan, dan Nur Aidila Fitria.
Sementara itu, sejumlah peserta Kutim lainnya masih tercatat dalam daftar peringkat, tetapi belum masuk daftar final berdasarkan data pembaruan tersebut. Nadita Aisyah Fitri, misalnya, berada di peringkat pertama Tilawah Dewasa Putri dengan nilai 94,67, namun status kelolosannya masih perlu mengacu pada daftar final resmi.
Adapun Imranul Karim tercatat berstatus indispliner pada Qira’at Mujawwad Dewasa Putra sehingga tidak masuk daftar final berdasarkan data yang diterima.
Delapan finalis Kutim tersebut kini menghadapi tahap penentuan MTQ Nasional XXXI. Mereka membawa nama Kutai Timur sekaligus menjadi bagian dari kafilah Kaltim dalam persaingan tingkat nasional.
(sr/ya)



