Bupati Aulia Rahman Basri Sambut Penganugerahan Gelar ‘Pangeran Kelana Panjiwira’ untuk Anggota VI BPK RI
TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, mendampingi Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Fathan Subchi, dalam prosesi penganugerahan gelar kehormatan adat dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu malam (23/9/2026).
Acara penganugerahan gelar tersebut diselenggarakan bertepatan dengan ritual sakral Bepelas malam keempat Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 di Keraton Kesultanan (Museum Mulawarman), Tenggarong. Turut hadir dalam jajaran tamu undangan yakni Sekda Kukar Sunggono serta Anggota DPRD Kukar Safruddin.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyambut baik penghargaan adat yang diberikan langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, H.M. Aji Sultan Muhammad Arifin, tersebut. Namun, Aulia menegaskan bahwa penganugerahan ini bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan membawa amanah moral yang besar.
![]()
“Malam hari ini kami menemani Anggota VI BPK RI, Bapak Fathan Subchi, yang menerima gelar dari Ayahanda Sultan. Tentu kita menyambut sangat baik, namun ini tidak sekadar gelar melainkan mengandung tanggung jawab moral untuk menjaga marwah, nama baik, serta kejayaan Kesultanan Kutai Kartanegara,” tegas Aulia.
Bupati Aulia berharap penyematan gelar adat yang kini melekat pada Fathan Subchi dapat semakin mempererat sinergi serta meningkatkan perhatian BPK RI, baik secara personal maupun lembaga, terhadap kemajuan Kabupaten Kutai Kartanegara dan pelestarian budayanya.
Gelar adat yang disematkan kepada Fathan Subchi adalah “Pangeran Kelana Panjiwira”. Nama gelar tersebut dibacakan langsung oleh kerabat Kesultanan, Heriansyah bergelar Pangeran Noto Negoro.
Pangeran Noto Negoro menjelaskan bahwa gelar Pangeran Kelana Panjiwira memiliki arti sosok berbadan besar dan bertampang gagah yang senantiasa berkeliling dalam menjalankan tugasnya. Makna ini dinilai sangat selaras dengan tugas Fathan Subchi yang membawahi wilayah BPK RI Indonesia Timur.
Pemberian gelar ini menjadi bentuk apresiasi Sultan atas kepedulian Fathan Subchi terhadap seni budaya Kutai serta hubungan silaturahmi yang terjalin erat dengan pihak Kesultanan.
(hl/ya)



