Ardiansyah Tekankan Stabilitas Daerah, Investasi Sawit Harus Berpihak pada Masyarakat
SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan stabilitas daerah harus tetap terjaga di tengah berbagai persoalan yang muncul, termasuk konflik antara masyarakat dan perusahaan perkebunan sawit. Kondisi yang aman dan kondusif dinilai menjadi kunci kelancaran pembangunan sekaligus menjaga kepercayaan investor.
Pesan itu disampaikan Ardiansyah saat menghadiri mediasi antara masyarakat dan perusahaan perkebunan sawit di Kecamatan Rantau Pulung, Kamis (1/10/2026). Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman agar aktivitas masyarakat maupun dunia usaha dapat berjalan tanpa gangguan.
“Harapan kita semua adalah semua kegiatan kita berjalan dengan baik, masyarakat bisa bekerja dengan baik, dunia usaha juga berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Ardiansyah, menjaga kondusivitas bukan semata-mata tugas pemerintah, melainkan membutuhkan peran bersama masyarakat, aparat keamanan, dan pelaku usaha. Sinergi seluruh pihak diperlukan untuk menjaga ketertiban sekaligus menciptakan iklim investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebut sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, masih menyimpan potensi besar bagi Kutai Timur. Peluang tersebut semakin terbuka seiring rencana investasi strategis pemerintah pusat di bidang pengembangan energi terbarukan.
Meski demikian, Ardiansyah mengingatkan investasi harus berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat. Kehadiran perusahaan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi daerah tanpa mengabaikan aspek sosial, lingkungan, serta perlindungan hak-hak masyarakat.
Ia pun berharap mediasi di Rantau Pulung menghasilkan keputusan yang dapat menjawab persoalan kedua belah pihak dan menjadi dasar untuk membangun hubungan yang lebih baik ke depan.
“Mudah-mudahan pertemuan hari ini akan memberikan satu keputusan dan kesepahaman,” pungkasnya.
(sr/ya)



