Tekan Inflasi dan Kurangi Ketergantungan Tambang, Kutim Gandeng Blitar Perkuat Pasokan Pangan

SAMARINDA – Ketergantungan Kutai Timur (Kutim) terhadap sektor pertambangan dan kebutuhan pasokan pangan dari luar daerah menjadi dua tantangan yang ingin dijawab pemerintah melalui kerja sama dengan Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Kolaborasi ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemkab Kutim dan Pemkab Blitar di Aula UPTD Taman Budaya, Samarinda, Selasa (6/10/2026) malam.
Agenda itu dirangkai dengan pelantikan pengurus Persaudaraan Paguyuban Blitar-Kaltim (PPBK) dan peringatan milad pertama organisasi tersebut. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, kolaborasi antardaerah diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang belum dapat dipasok secara optimal dari produksi lokal.

Blitar dinilai memiliki potensi pertanian yang dapat mendukung kebutuhan Kutim, terutama untuk komoditas cabai dan bawang merah. “Kalau ada kebutuhan yang belum bisa kita penuhi sendiri, tentu kita membutuhkan daerah lain yang produksinya lebih kuat. Blitar salah satunya,” ujarnya.
Menurut Ardiansyah, kelancaran pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Kerja sama tersebut juga sejalan dengan upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat koordinasi antardaerah untuk mengantisipasi gangguan distribusi dan ketersediaan bahan pokok.
Namun, bagi Kutim, kemitraan ini tidak sebatas urusan pasokan pangan. Pemerintah daerah juga tengah berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap pertambangan batu bara yang selama ini menyumbang sekitar 70 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Ardiansyah menyebut pengembangan sektor pertanian menjadi salah satu langkah untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk melalui perkebunan kelapa sawit. “Kita sedang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang. Salah satunya dengan memperkuat sektor pertanian, terutama perkebunan kelapa sawit,” jelasnya.
Selain kepentingan ekonomi, kerja sama tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan masyarakat Kutim dan Blitar, termasuk warga asal Blitar yang bermukim di Kalimantan Timur.
Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Blitar Rijanto, Staf Ahli Bidang SDA, Perekonomian dan Kesra Pemprov Kaltim Puguh Harjanto, Sekretaris Kabupaten Kutim Rizali Hadi, Ketua Umum PPBK Iman Santorso, serta jajaran perangkat daerah kedua kabupaten.
Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga mengundang Rijanto kembali berkunjung ke Sangatta. Ia mengenang kunjungan Rijanto ke Kutim sekitar 2001 atau 2002, saat berkaitan dengan urusan warga transmigrasi.
Melalui kemitraan ini, Kutim berharap hubungan antardaerah dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang mendukung ketersediaan pangan, pengendalian inflasi, dan penguatan ekonomi di luar sektor pertambangan.
(sr/ya)



