Tingkatkan Proteksi Kebakaran Permukiman Padat, Pemkab Kukar Wacanakan Alokasi Hidran Lewat Dana RT
TENGGARONG – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem proteksi kebakaran dan keterjangkauan armada di kawasan permukiman padat usai musibah kebakaran hebat di Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu. Pemenuhan jaringan hidran air dan sistem pengairan darurat direncanakan masuk dalam penguatan Alokasi Dana RT pada tahun anggaran mendatang.
Evaluasi ini dipicu oleh sulitnya akses armada pemadam saat menerobos lorong-lorong sempit di kawasan padat penduduk Melayu. Kendala geografis tersebut membuat durasi pemadaman membengkak hingga dua jam, padahal standar operasional Disdamkar Kukar biasanya mampu menguasai api di bawah 30 menit.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen mempertahankan besaran Alokasi Dana RT sekaligus mengarahkan penggunanya untuk menjawab problem krusial di tingkat lingkungan.
![]()
“Penanganan kebakaran kemarin memakan waktu hingga dua jam karena kendala akses armada. Kita berkomitmen Alokasi Dana RT tahun depan tidak dikurangi, dan salah satu fokus penguatannya adalah penyiapan hidran serta sistem pemetaan pengairan di titik-titik padat yang sulit dijangkau mobil pemadam,” kata Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Kamis (8/10/2026).
Aulia menjelaskan, pola penanganan infrastruktur mitigasi bencana ini akan disesuaikan dengan pemetaan kebutuhan spesifik di masing-masing RT. Jika suatu kawasan dinilai rawan dan memerlukan pasokan air mandiri, maka skema pembiayaan Dana RT dapat dioptimalkan untuk pengadaan pompa portabel maupun instalasi pipa hidran warga.
Selain perbaikan sistem pasokan air, Pemkab Kukar berencana melakukan tata ruang kawasan jangka panjang di bekas lokasi kebakaran guna membuka akses keterjangkauan kendaraan kedaruratan jika sewaktu-waktu terjadi bencana di masa depan.
(hl/ya)



