KUTAI KARTANEGARA

DPMD Kukar Pastikan Listrik Menjangkau 193 Desa dan 44 Kelurahan

Kapasitas PLTS 9 Desa Diusulkan Bertambah

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan program Terang Kampungku telah sukses menjangkau seluruh wilayah kabupaten, pasokan listrik kini telah terpenuhi di 193 desa dan 44 kelurahan, baik yang terhubung ke jaringan PT PLN (Persero) maupun intervensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa pengadaan PLTS menjadi solusi utama Pemkab Kukar untuk menerangi kawasan pedalaman dan area terpencil (remote area).

“Pemenuhan listrik di 193 desa dan 44 kelurahan sudah terpenuhi semua. Khusus daerah-daerah kita yang remote area, semuanya sudah kita bangunkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Meski pengerjaan fisik di seluruh desa sudah rampung 100 persen, Arianto mengungkapkan bahwa kapasitas daya dari komunal PLTS di sembilan desa saat ini belum maksimal untuk menampung seluruh kebutuhan harian warga, keterbatasan anggaran daerah sebelumnya menjadi alasan pembangunan daya awal dilakukan secara bertahap.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus adalah pemukiman warga di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, di mana produksi listrik dari sistem PLTS komunal setempat masih tergolong minim.

“Proyeknya sudah rampung semua, namun di sembilan desa kapasitasnya memang belum maksimal karena anggaran daerah waktu itu harus dibagi, salah satunya yang sedang berjalan di Desa Sepatin, daya yang diproduksi PLTS komunal di sana masih kurang untuk kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Guna mengatasi persoalan daya tersebut, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri telah mengambil langkah diplomasi ke tingkat pusat. Saat mendampingi Gubernur Kaltim dalam pemaparan perencanaan kelistrikan di Kementerian ESDM, Bupati mengusulkan langsung penambahan kapasitas PLTS bagi sembilan desa terpencil di Kukar.

Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Kukar menargetkan penambahan daya PLTS dapat terealisasi pada tahun anggaran 2027 melalui sinergi antara Kementerian ESDM dan PLN.

“Alhamdulillah Pak Bupati sudah berkoordinasi langsung di Kementerian ESDM bersama Gubernur Kaltim. Pak Bupati mengusulkan agar sembilan desa yang kapasitas listrik suryanya masih kurang bisa ditambah daya pada 2027 mendatang. Kita berkolaborasi dengan pusat dan provinsi agar dibantu memaksimalkan daya yang sudah ada,” pungkas Arianto.

(hl/ya) 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }