SANGATTA – Pelanggan air bersih di Kabupaten Kutai Timur tidak lagi bisa membayar tagihan di loket kasir. Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur resmi menghapus layanan pembayaran langsung dan mengalihkan seluruh transaksi ke sistem digital.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah modernisasi layanan yang sedang dijalankan perusahaan daerah air minum tersebut.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Suparjan mengatakan perubahan sistem pembayaran dilakukan untuk mendorong efisiensi layanan sekaligus mempermudah pelanggan dalam melakukan transaksi.
Dengan sistem baru ini, pelanggan tidak lagi diwajibkan datang ke kantor pelayanan hanya untuk membayar tagihan air bulanan.
“Pembayaran kini bisa dilakukan kapan saja dan dari mana saja selama terhubung dengan layanan perbankan atau platform pembayaran digital,” kata Suparjan.
Ia menjelaskan, sistem pembayaran daring telah terintegrasi dengan berbagai kanal transaksi. Pelanggan dapat menggunakan layanan mobile banking, ATM, dompet digital (e-wallet), hingga jaringan mitra pembayaran resmi atau Payment Point Online Bank (PPOB).
Selain memberikan kemudahan akses pembayaran, penerapan sistem digital juga diharapkan mampu mengurangi antrean yang selama ini kerap terjadi di kantor pelayanan perusahaan.
Di sisi lain, digitalisasi transaksi dinilai meningkatkan keamanan serta ketertiban administrasi perusahaan. Seluruh pembayaran akan tercatat secara elektronik sehingga lebih mudah dipantau dan dikelola.
Menurut Suparjan, langkah ini juga merupakan bagian dari transformasi digital perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien bagi masyarakat.
(rh/sr)



