BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur menyalurkan bantuan sosial lebih dari Rp4,28 miliar kepada masyarakat Kota Bontang melalui program PKT Proaktif Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah Kota Bontang menilai langkah tersebut menunjukkan pentingnya peran dunia usaha dalam menopang program sosial di daerah.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di ruang Pirus, Grand Equator Hotel, Jumat (06/03).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Pupuk Kalimantan Timur yang dinilai terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui berbagai program sosial. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal tanpa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dunia usaha dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Melalui program PKT Proaktif, Pupuk Kaltim menyalurkan berbagai bentuk bantuan. Di antaranya 4.796 paket sembako Ramadan bagi masyarakat, dukungan kegiatan keagamaan, bantuan operasional untuk masjid dan musala, penyelenggaraan bazar Ramadan, serta bantuan sosial bagi panti asuhan dan kaum duafa.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal mengatakan program tersebut merupakan wujud rasa syukur perusahaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan operasional perusahaan.
Ia menyebut dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membuat perusahaan dapat terus berkembang.
“Bantuan ini merupakan bentuk penghargaan kami kepada masyarakat yang selama ini mendukung keberadaan perusahaan. Kami berharap Pupuk Kaltim dapat terus menjalankan tanggung jawab sosialnya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah Ramadan yang disampaikan Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan berbagai manfaat puasa bagi kesehatan fisik maupun spiritual.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara jajaran pemerintah daerah, manajemen Pupuk Kaltim, serta masyarakat yang hadir.
(hl/sr)



