340 Mahasiswa Baru UT di Kutim Didorong Mandiri
Pendidikan Jarak Jauh Jadi Ujian Disiplin dan Komitmen
Longtime.id – Di tengah ambisi Kutai Timur membangun sumber daya manusia yang tangguh, 340 mahasiswa baru Universitas Terbuka memulai langkah awalnya melalui Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB). Namun sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel itu sekaligus menjadi ujian nyata atas disiplin, konsistensi, dan kesiapan belajar mandiri.
Berbeda dengan perguruan tinggi konvensional, sistem UT membuka akses luas tanpa batas usia, pekerjaan, maupun domisili. Dalam satu tahun, registrasi mahasiswa dibuka dua kali setiap semester, memberi fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Namun fleksibilitas itu datang dengan konsekuensi. Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi menekankan pembelajaran jarak jauh bukan jalur instan meraih gelar. Kata dia, keberhasilan mahasiswa UT sangat ditentukan oleh disiplin pribadi, manajemen waktu, serta konsistensi belajar.
“Ini bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi membangun masa depan dan memperluas kontribusi bagi daerah,” tegasnya, Sabtu (28/02)
Mahyunadi juga mengaitkan kehadiran mahasiswa baru dengan visi pembangunan “Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama agar daerah tidak hanya bergantung pada sektor sumber daya alam.
Sementara itu, Direktur UT Samarinda Rusna Ristasa menjelaskan UT telah menyiapkan enam sentra layanan pendukung, mulai dari admisi, registrasi, tutorial tatap muka (TTM), tutorial webinar (Tuweb), tutorial online (Tuton), distribusi bahan ajar, hingga pelaksanaan ujian dan pendampingan belajar.
Saat ini tercatat 3.007 mahasiswa UT berasal dari Kutai Timur. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap model pendidikan tinggi berbasis teknologi. “Pilihan tersebut menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk belajar di perguruan tinggi modern berbasis teknologi dan komunikasi,” tambahnya. (rh/sr)



