Longtime.id – Upaya pencegahan kenakalan remaja kembali ditegaskan Polres Kutai Timur dengan turun langsung ke sekolah. Lewat program Police Goes to School, polisi mengingatkan pelajar bahwa narkoba, perundungan, dan penyalahgunaan media sosial bukan sekadar pelanggaran moral, melainkan pintu masuk persoalan hukum yang bisa merusak masa depan sejak dini.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Kaltim Nomor 22/Ops 4.5./2025 yang menginstruksikan jajaran kepolisian untuk aktif menjadi Inspektur Upacara di sekolah sekaligus menghidupkan kembali peran Saka Bhayangkara sebagai wadah pembinaan generasi muda.
Dalam upacara bendera yang dimulai pukul 07.00 WITA, Pelaksana Harian (Plh) KBO Reskrim Polres Kutim, Iptu Suyamto, bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Kasat Reskrim. Upacara diikuti oleh Kepala Sekolah SMK Perawat Singa Geweh Sutiman, jajaran guru, serta 172 siswa.
Dalam amanatnya, Iptu Suyamto menegaskan bahwa kehadiran polisi di sekolah merupakan langkah preventif dan persuasif untuk menanamkan kesadaran hukum sejak usia pelajar.
“Kami hadir bukan untuk menakuti, tetapi untuk mengingatkan batasan hukum sejak dini. Jika melihat atau mengalami tindak kejahatan, jangan ragu melapor kepada guru, orang tua, atau memanfaatkan layanan polisi gratis di nomor 110,” ujarnya, Senin (09/02).
Penekanan lebih keras disampaikan Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Rangga Asprilla Falza, melalui amanat tertulis yang dibacakan di hadapan peserta upacara. Ia menyoroti tiga persoalan utama yang kerap menjerat remaja, yakni narkoba, bullying, dan etika bermedia sosial.
“Jauhi narkoba, miras, dan pergaulan bebas. Sekali terlibat, masa depan dan kesehatan kalian yang jadi taruhannya. Hentikan bullying, baik fisik maupun di dunia maya. Jejak digital tidak bisa dihapus dan bisa berujung proses pidana,” tegas AKP Rangga.
Khusus kepada siswa SMK Perawat Singa Geweh, AKP Rangga menekankan tanggung jawab moral sebagai calon tenaga kesehatan yang kelak menjadi pelayan kemanusiaan.
“Disiplin, empati, dan tanggung jawab harus dibangun sejak sekarang. Sikap hari ini adalah cerminan kualitas tenaga kesehatan di masa depan,” tambahnya.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan terus berlanjut guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, kondusif, dan bebas dari kenakalan remaja. (rh/mam)



