Warga Bengalon Tewas Tertindih Ulin
Longtime.id — Aktivitas rutin di kebun berujung maut. Seorang warga Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, meninggal dunia setelah tertindih pohon ulin yang ditebangnya sendiri, Senin (3/2/2026). Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko kecelakaan kerja di sektor informal yang kerap luput dari standar keselamatan.
Korban diketahui bernama Jianto (58). Ia mengalami luka fatal setelah batang pohon ulin yang ditebang menggunakan mesin chainsaw roboh dan menimpanya. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolsek Bengalon AKP Asriadi menjelaskan, peristiwa bermula saat korban berangkat ke kebun bersama istrinya sejak pagi untuk membersihkan lahan dan menebang pohon. Saat proses penebangan pohon terakhir, korban diduga berada pada posisi yang tidak aman hingga akhirnya tertindih batang pohon yang tumbang.
“Istri korban berada di titik berbeda. Ia baru menyadari kejadian setelah suara mesin senso tiba-tiba berhenti. Ketika didatangi, korban sudah tertindih pohon,” ujar AKP Asriadi.
Warga sekitar, Ketua RT, dan Kepala Dusun segera melakukan evakuasi dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bengalon. Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti berupa mesin chainsaw.
Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis menunjukkan korban mengalami luka berat akibat benturan keras. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi.
Kapolsek Bengalon mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan mengutamakan aspek keselamatan saat melakukan pekerjaan berisiko tinggi, terutama aktivitas penebangan pohon yang memerlukan perhitungan teknis dan perlindungan diri. (rh/sr)



