Tanjung Laut Balas Dendam Manis, Taklukkan Loktuan dan Angkat Trofi PKT Cup 2025
Longtime.id –Malam penuh emosi tersaji di Stadion Mulawarman, Sabtu (20/9/2025), ketika Tanjung Laut berhasil mengukir sejarah baru. Mereka menumbangkan sang juara bertahan, Loktuan, lewat drama adu penalti dengan skor tipis 3-2 dan memastikan diri sebagai kampiun PKT Cup 2025.
Pertarungan ini seolah menjadi babak baru dari rivalitas dua kekuatan besar sepak bola Bontang tersebut. Setahun lalu, Tanjung Laut harus menelan pahitnya kekalahan dari Loktuan di partai final lewat adu penalti. Kini, sejarah berbalik—giliran Loktuan yang harus merasakan perihnya kalah di titik putih.
Sejak peluit awal, Tanjung Laut langsung menekan. Serangan demi serangan mereka lancarkan, memaksa Loktuan bertahan rapat. Peluang terbaik datang dari kaki Risaldi, yang menerima umpan silang matang dari sisi kanan. Namun, sepakan kerasnya hanya membentur tiang gawang dan membuat para pendukung Tanjung Laut menahan napas kecewa.
Loktuan baru mulai menemukan ritme permainan di akhir babak pertama. Kombinasi cepat antara Alan dan Fernando hampir membuahkan gol, tetapi skor tetap kacamata hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Loktuan mencuri keunggulan lewat serangan balik cepat. Gol tersebut sempat membuat Tanjung Laut tertekan, namun justru membangkitkan semangat mereka. Tekanan demi tekanan dilancarkan, hingga akhirnya kesalahan fatal kiper Loktuan dimanfaatkan dengan sempurna oleh Risaldi yang menanduk bola ke gawang kosong. Skor berubah 1-1, dan tensi pertandingan semakin memanas.
Tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan. Laga pun harus ditentukan lewat adu penalti. Dalam momen menegangkan itu, ketenangan para penendang Tanjung Laut menjadi kunci. Tiga eksekutor mereka berhasil menjalankan tugas dengan baik, sementara dua penendang Loktuan gagal menaklukkan penjaga gawang Tanjung Laut.
Sorak-sorai pun pecah ketika tendangan terakhir memastikan kemenangan 3-2 bagi Tanjung Laut. Malam itu, mereka bukan hanya mengangkat trofi PKT Cup 2025, tetapi juga menuntaskan dendam lama—membuktikan bahwa kerja keras, kesabaran, dan keyakinan bisa membalikkan nasib. (Adv/Lt/Mam)



