Puncak Seni Sana Sini Pupuk Kaltim 2025 Pecah: Ribuan Warga Tumpah Ruah Nikmati Hiburan
Longtime.id – Euforia merayap di Ballroom Hotel Equator ketika Pupuk Kaltim Seni Sana Sini 2025 menutup rangkaian acaranya, Minggu (2/11/2025) malam. Ratusan pengunjung memadati lokasi demi menikmati parade seni dan penampilan musisi idola, menghadirkan malam yang penuh sorak, tawa, dan energi muda.
Pada malam puncak, panggung acara dipenuhi ragam pertunjukan seni yang memikat. Mulai dari band performance, tari kreasi, marching band, stand up comedy, hingga pembacaan puisi—semuanya menjadi suguhan yang membuat penonton betah hingga akhir acara. Di sela-sela rangkaian itu, panitia juga mengumumkan para juara dan menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba seni.
Sorotan utama malam itu datang saat penyanyi muda Nadhif Basalamah naik ke panggung. Kehadirannya langsung disambut riuh, dan nyanyian massal dari para penggemar menggema memenuhi ballroom. Antusiasme penonton yang sudah menanti sejak awal acara membuat suasana semakin hidup.
Namun, membludaknya pengunjung membuat area ballroom padat hingga sesak. Banyak tamu terpaksa berdiri dan berdesakan untuk bisa melihat panggung dengan jelas. Sebagian lainnya memilih menonton melalui layar monitor yang disediakan, sementara yang tidak kebagian tempat menikmati suasana dari luar gedung.
Kepadatan ini juga berdampak pada lalu lintas sekitar Hotel Equator. Jalan menuju kawasan Pupuk Raya sempat tersendat, sehingga petugas keamanan harus mengalihkan kendaraan melewati Jalan NPK untuk meredakan kemacetan.
Sebelumnya, Jumat (31/10/2025), Seni Sana Sini menampilkan berbagai ekspresi seni, termasuk lomba lukisan, tari tradisional, stand up comedy, pameran keris, serta pengalaman virtual reality bertema pabrik.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menyatakan bahwa perayaan HUT kali ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perusahaan yang tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga memberi ruang bagi seni dan kebudayaan. “Melalui ‘Seni Sana Sini’, kami ingin memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, seniman, dan UMKM, sekaligus menumbuhkan kreativitas yang berakar pada nilai-nilai lokal,” kata Gusrizal. (Adv/Lt/Mam)



