Longtime.id – Dengan sokongan dana CSR Rp450 juta, Pemkab Kutai Timur meresmikan Rumah Rehab Gizi Stunting di Sangatta Utara, Senin (09/02) kemarin. Fasilitas ini digadang sebagai solusi penanganan balita berisiko stunting, meski keberhasilannya bergantung pada pengelolaan layanan dan perubahan sanitasi keluarga.
Peresmian Rumah Rehab Gizi Stunting di Sangatta Utara dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah. Fasilitas ini disiapkan untuk menangani balita dan kelompok rentan berisiko stunting secara terpusat, sekaligus menjadi instrumen baru pemerintah daerah dalam mengejar target penurunan stunting.
Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Kutai Timur, yang dipengaruhi oleh faktor gizi, sanitasi, dan pola asuh. Kehadiran Rumah Rehab Gizi diharapkan mampu menjawab keterbatasan layanan rehabilitasi gizi yang selama ini dilakukan secara sporadis dan tidak terintegrasi.
Bupati Ardiansyah menekankan bahwa fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat intervensi gizi yang harus dimanfaatkan maksimal.
“Dengan Rumah Rehab Gizi, penanganan balita berisiko stunting bisa lebih terukur, terarah, dan terpantau,” ujarnya.
Rumah Rehab Gizi dibangun dengan memanfaatkan eks gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Sangatta Utara di atas lahan 10 x 20 meter. Renovasi mencakup ruang layanan kesehatan, kamar anak, dapur, dan toilet, dengan total anggaran Rp450 juta yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT KPC.
Meski mengapresiasi dukungan swasta, Ardiansyah mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak otomatis menuntaskan masalah stunting. Ia menegaskan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga.
“Stunting sangat berkaitan dengan sanitasi. Kesehatan itu harus dimulai dari rumah,” tegasnya.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menjelaskan bahwa Rumah Rehab Gizi merupakan inovasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Jika sebelumnya intervensi dilakukan dengan pengantaran makanan ke rumah warga, kini anak-anak berisiko stunting dapat menjalani perawatan sekaligus edukasi gizi secara terpusat.
Act. Manager Community Empowerment PT KPC, Felly Lung, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung program kemanusiaan, khususnya penurunan stunting. Renovasi gedung dikerjakan sejak akhir Desember 2025 dan rampung pada 26 Januari 2026.
Dengan dukungan lintas sektor, Rumah Rehab Gizi Stunting di Sangatta Utara kini siap beroperasi sebagai pusat rehabilitasi dan edukasi nutrisi. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas ini benar-benar menjangkau keluarga rentan dan berdampak nyata pada perbaikan kualitas tumbuh kembang anak di Kutai Timur. (rh/mam)



