Longtime.id – Mengantisipasi lonjakan transaksi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Bank Indonesia Kalimantan Timur menyiapkan uang layak edar Rp2,18 triliun. Nilai ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya seiring naiknya kebutuhan uang tunai masyarakat.
Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menyebut penyediaan uang tersebut merupakan langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan rupiah dalam jumlah dan pecahan yang memadai.
Menurutnya, distribusi uang dirancang tepat sasaran dengan kualitas terjaga serta aman digunakan masyarakat. BI juga menjamin uang yang beredar layak edar, tersedia sesuai kebutuhan, dan terlindungi dari upaya pemalsuan.
Penyediaan uang tersebut merupakan bagian dari program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi). Program ini digelar untuk merespons peningkatan kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Idulfitri sekaligus menjamin ketersediaan uang kartal yang layak.
Secara nasional, BI menyiapkan Rp185,6 triliun untuk kebutuhan periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Di Kalimantan Timur sendiri, kebutuhan uang kartal pada periode tersebut biasanya mencapai sekitar 20 persen dari total kebutuhan tahunan.
“Untuk memenuhi puncak permintaan, BI Kaltim menyiapkan Rp2,18 triliun, meningkat 19,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Jajang dalam keterangan persnya, Selasa (17/02) kemarin.
Selain pasokan uang, BI Kaltim juga membuka layanan penukaran melalui program Serambi 2026 pada 18 Februari hingga 15 Maret 2026. Layanan dilakukan bekerja sama dengan perbankan di tujuh kabupaten/kota, mengikuti jam operasional masing-masing bank.
Penukaran uang dilakukan melalui aplikasi atau situs Pintar dengan batas maksimal satu paket senilai Rp5,3 juta per orang. Kuota pendaftaran dibuka dalam dua tahap, yakni 14 Februari dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 Wita.
Sejumlah lokasi strategis disiapkan untuk memudahkan akses masyarakat, termasuk layanan penukaran ritel di beberapa masjid di Samarinda.
Melalui program Serambi, BI Kaltim juga mendorong masyarakat semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukasi meliputi cara mengenali keaslian uang dengan metode 3D, merawat uang dengan prinsip 5J, serta bertransaksi secara bijak selama Ramadan dan Idulfitri. (rwt/red)



