Jembatan Sungai Nibung Tuntas Setelah 13 Tahun
Akses Kaubun–Sangkulirang Kini Tak Lagi Bergantung Sungai
Longtime.id – Penantian panjang warga pesisir utara Kutai Timur akhirnya berakhir. Setelah dibangun sejak 2013 dan sempat tersendat, Jembatan Sungai Nibung kini resmi difungsikan, membuka akses darat permanen antara Desa Kadungan Jaya (Kaubun) dan Desa Pelawan (Sangkulirang).
Pemerintah provinsi mempercepat operasional jembatan sebelum Ramadan 1447 Hijriah, guna menunjang mobilitas warga dan distribusi logistik. Proyek senilai Rp176 miliar itu disebut sebagai bagian dari prioritas penyelesaian infrastruktur strategis yang sempat mengalami penundaan akibat kendala teknis, cuaca, dan administrasi anggaran.
Menurut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, percepatan pembangunan mulai terlihat sejak 2021 melalui audit teknis, kemudian dilanjutkan pekerjaan fisik pada 2022 hingga rampung pada awal 2026. Sebelum jembatan berdiri, warga harus memutar melalui jalur Karangan dengan tambahan jarak hingga 100 kilometer.
Alternatif lain adalah menggunakan transportasi sungai yang bergantung pada pasang surut air. Dalam kondisi surut, warga bahkan bisa menunggu hingga empat jam untuk menyeberang. Kini, perjalanan yang sebelumnya tidak menentu dapat ditempuh lebih cepat dan stabil melalui jalur darat.
“Dalam prosesnya, pembangunan sempat terhenti selama lima tahun sejak 2016. Saat itu di lapangan baru terbangun sebagian fondasi bawah tiang pancang,” jelas Ardiansyah, Selasa (24/02) kemarin.
Secara teknis, bentang utama jembatan mencapai 390 meter dengan jembatan pendekat 135 meter. Total struktur yang terbangun mencapai sekitar 1,2 kilometer, termasuk jalan akses masing-masing 3,5 kilometer di satu sisi dan 1,5 kilometer di sisi lainnya.
Konstruksi menggunakan kombinasi pile slab serta girder beton. Dalam kontrak tahun jamak 2025, penyelesaian bangunan atas sisi Kadungan menelan anggaran Rp42 miliar, sisi Pelawan Rp135 miliar, sementara bentang tengah mencapai Rp98 miliar.
Meski secara fisik telah rampung 100 persen, pemerintah daerah masih akan melakukan uji beban (load test) untuk memastikan keamanan kendaraan berat sebelum operasional penuh. “Jembatan ini milik bersama dan menjadi bukti komitmen pemerintah memperkuat konektivitas wilayah,” ujar Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Keberadaan Jembatan Sungai Nibung diyakini memangkas biaya logistik dan mempercepat distribusi barang serta jasa di wilayah pesisir utara Kalimantan Timur. Akses menuju Sangkulirang hingga jalur ke arah Kalimantan Utara pun semakin terbuka.
Untuk sementara, kendaraan roda empat tanpa muatan dan sepeda motor telah diperbolehkan melintas, sambil menunggu penyelesaian pembersihan area peresmian dan tahapan pengujian lanjutan.
Dengan beroperasinya jembatan ini, ketergantungan pada perahu tambang perlahan berakhir, digantikan konektivitas darat yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Kutai Timur. (rh/red)



