SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Rabu (11/03). Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menahan potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan menyebutkan kegiatan tersebut merupakan upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. “Gerakan Pangan Murah ini rutin kita lakukan untuk memastikan masyarakat Kaltim bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Sebanyak 45 tenant dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka menyediakan berbagai komoditas pangan mulai dari beras, sayuran, bawang, cabai, buah-buahan, hingga sumber protein seperti ayam, ikan dan telur.
Pemerintah daerah menilai model distribusi langsung dari produsen ke konsumen dapat membantu menekan harga di tingkat masyarakat. Dalam kegiatan ini, para petani, peternak, pekebun hingga gabungan kelompok tani (gapoktan) menjual produknya tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
Dengan skema tersebut, harga komoditas yang dijual di lokasi kegiatan diklaim tetap berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Meski demikian, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kerap menjadi solusi jangka pendek dalam meredam gejolak harga yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan. Permintaan pangan yang melonjak setiap tahun masih menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di pasar.
Fahmi memastikan seluruh komoditas yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut telah melalui pengawasan kualitas dan keamanan pangan. “Yang dijual di sini kita pastikan sehat, aman, halal dan terjamin keamanan pangannya,” katanya.
Selain kegiatan pasar pangan, dalam agenda tersebut juga dilakukan penyerahan bingkisan dari Eramart kepada para mustahik Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Gerakan Pangan Murah secara simbolis dibuka dengan pemukulan kentongan. Kegiatan ini disebut menjadi bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara serentak di 31 provinsi di Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
(zak/sr)



