Dispar Kaltim Uji Kompetensi Tour Leader Jelang Lonjakan Wisata
Longtime.id – Di tengah tuntutan layanan wisata yang makin kompetitif, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mulai “menyaring” kualitas tour leader. Selama tiga hari, puluhan pemandu perjalanan diuji kompetensinya agar tak sekadar memimpin tur, tetapi benar-benar menjadi wajah profesional pariwisata daerah.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan sertifikasi ini merupakan langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya tour leader sebagai garda terdepan pelayanan wisatawan.
“Industri pariwisata merupakan sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta promosi budaya. Keberhasilannya sangat ditentukan kualitas SDM, terutama tenaga profesional yang berhadapan langsung dengan wisatawan,” ujarnya.
Menurut Ririn, peran tour leader tidak sebatas memimpin perjalanan. Mereka bertanggung jawab atas pelayanan prima, keamanan, ketertiban, hingga penyampaian informasi akurat kepada wisatawan.
“Tour leader juga adalah duta bangsa. Mereka membawa citra daerah dan negara di mata tamu,” tegasnya. Pra-asesmen dirancang sebagai pembekalan komprehensif, mulai dari perencanaan perjalanan, teknik pelayanan, komunikasi efektif, hingga penanganan keluhan wisatawan.
Kepala Bidang Pengembangan SDM Dispar Kaltim, Dahlia, menjelaskan tahapan kegiatan terdiri atas penyegaran materi pada 11–12 Februari dan uji sertifikasi pada 13 Februari oleh LSP Pramindo. “LSP-nya hanya satu untuk pramuwisata, yakni Pramindo. Peserta sudah kami seleksi berdasarkan pengalaman dan rekomendasi organisasi profesi,” jelasnya.
Seluruh peserta merupakan anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di kabupaten/kota masing-masing. Sertifikat kompetensi dinilai akan meningkatkan daya saing mereka di industri.
“Travel agent biasanya meminta tour leader yang sudah tersertifikasi. Ini tentu menambah nilai jual,” tambah Dahlia.
Ketua DPD HPI Kaltim, Awang Jumri, mengatakan materi asesmen mengacu pada SKKNI Kepmenaker Nomor 221 Tahun 2023 dengan 33 unit kompetensi. Tiga unit yang menjadi fokus pembahasan meliputi pengembangan informasi destinasi, penanganan keluhan selama tur, dan penyusunan laporan perjalanan.
“Tour leader harus andal. Jangan sampai tamu merasa tidak nyaman karena kesalahan pelayanan. Mereka adalah pemimpin perjalanan sekaligus wakil travel,” ujarnya.
Sebagian peserta disebut telah berpengalaman membawa rombongan hingga ke luar negeri, termasuk perjalanan religi dan tur ke negara-negara Barat. Melalui sertifikasi ini, Dispar Kaltim berharap lahir tour leader profesional berstandar nasional yang mampu memperkuat daya saing pariwisata Kalimantan Timur. (kontributor/sr)



