Bupati Kubar Dorong Kesetaraan Hak bagi Anak Yatim dan Disabilitas
SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong kesetaraan hak bagi anak yatim dan penyandang disabilitas agar memperoleh kesempatan yang sama dalam kehidupan sosial, pendidikan, maupun pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Frederick saat menghadiri Festival Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 di Masjid Al-Muttaqin Islamic Center Kutai Barat, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kamis (25/6/2026).

Menurut Frederick, anak yatim dan penyandang disabilitas bukan kelompok yang hanya membutuhkan belas kasihan, melainkan bagian penting dari masyarakat yang memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang apabila diberikan kesempatan yang setara.
“Anak-anak yatim dan penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang harus dikasihani. Mereka adalah bagian penting dari masyarakat yang memiliki potensi, kreativitas, semangat, dan hak yang sama untuk tumbuh serta berkontribusi bagi bangsa dan daerah,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembangunan yang dijalankan pemerintah tidak boleh meninggalkan kelompok rentan. Karena itu, Pemkab Kutai Barat terus berupaya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat adat.
Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan setiap warga memperoleh akses yang adil terhadap berbagai layanan dan kesempatan. Karena itu, penguatan pelayanan sosial, peningkatan aksesibilitas, perlindungan kelompok rentan, serta pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan daerah.
Festival yang mengusung tema *“Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri”* tersebut dinilai menjadi salah satu upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kesetaraan dan kepedulian sosial. Frederick berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan sosial yang mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kutai Barat A. Johan Marpaung menjelaskan bahwa Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kepedulian sosial, pembinaan keagamaan, sekaligus mempererat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Arbayati mengatakan festival tersebut digelar sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim serta upaya menumbuhkan empati dan ukhuwah sosial di Kabupaten Kutai Barat. Dalam kegiatan itu, panitia menyalurkan santunan dan bingkisan kepada 68 anak yatim dan dua penyandang disabilitas. Acara juga diisi dengan penampilan hafalan Al-Qur’an dan pembacaan puisi oleh peserta anak yatim.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari majelis taklim Kecamatan Melak, Linggang Bigung, Barong Tongkok, dan Tering Seberang yang menghimpun dana sebesar Rp15,9 juta. Selain itu, Badan Amil Zakat Kabupaten Kutai Barat turut memberikan bantuan sebesar Rp2 juta untuk mendukung kegiatan tersebut.
(Adv/Diskominfo Kubar)



