Anggaran Rp14,7 Miliar Dipertanyakan
Pemkot Bontang Tegaskan Bukan Sekadar Percantik Kantor Wali Kota
BONTANG – Polemik anggaran Rp14,7 miliar yang sempat disebut untuk mempercantik Kantor Wali Kota akhirnya diluruskan Pemerintah Kota Bontang. Dari total anggaran tersebut, hanya sebagian yang digunakan untuk pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP), sementara sisanya dialokasikan untuk pembelian mes atau asrama di Jakarta.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya tepat. Ia menjelaskan bahwa anggaran Rp14,7 miliar tidak seluruhnya digunakan untuk mempercantik bangunan kantor wali kota.
Menurutnya, dari total anggaran tersebut hanya sekitar Rp5,9 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan Aluminium Composite Panel (ACP).
“Informasi yang beredar itu salah. Jadi yang Rp8 miliar beli mes, bukan untuk Aluminium Composite Panel (ACP). Untuk ACP hanya Rp5,9 miliar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sisa anggaran sebesar Rp8 miliar digunakan untuk membeli mes atau asrama di Jakarta yang nantinya dimanfaatkan sebagai fasilitas tempat tinggal bagi pegawai pemerintah daerah saat menjalankan tugas di ibu kota.
Langkah pembelian aset tersebut disebut sebagai strategi efisiensi anggaran jangka panjang. Selama ini, Pemkot Bontang harus mengeluarkan biaya sewa tempat tinggal bagi pegawai yang bertugas di Jakarta dengan nilai mencapai sekitar Rp500 juta setiap tahun. Dengan memiliki mes sendiri, pemerintah daerah menilai pengeluaran rutin tersebut dapat ditekan sekaligus menambah aset milik daerah.
Menurut Neni, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam mengelola anggaran secara lebih efektif dan transparan. Ia juga menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen membuka informasi penggunaan anggaran kepada publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (hl/sr)



