Disdukcapil Kukar Pastikan Hak sipil di Daerah 3T Tersentuh Negara Tanpa Beban Biaya

TENGGARONG — Urusan administrasi kependudukan di wilayah terpencil kerap menjadi momok karena jarak dan mahalnya biaya transportasi. Menepis kendala itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Disdukcapil kembali membuktikan kehadiran nyata negara hingga ke titik-titik terluar.
Pada 20 Oktober mendatang, tim Disdukcapil Kukar berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Anggana bakal menggelar layanan terpadu jemput bola menggunakan speedboat menuju wilayah tertinggal di Tanjung Berukang. Misi kemanusiaan dan pelayanan publik ini dirancang khusus untuk merangkul warga pesisir yang selama ini terisolasi secara geografis.
Bagaimana tidak, perjalanan air dari ibu kota kecamatan menuju lokasi tersebut memakan waktu hingga dua jam. Tanpa adanya jemput bola, warga harus merogoh kocek dalam-dalam hanya sekadar mengurus selembar KTP atau akta lahir.

“Kalau mereka ngurus KTP, ngurus akta, ke kecamatan bayar speedboat-nya itu bisa sampai 1,5 juta rupiah. Kan kasihan, mending kita yang datang sekaligus seluruh warga dikumpulkan, dikerjain semuanya dengan segala kemudahan,” tegas Iryanto, Jumat (16/10/2026).
Operasi jemput bola maritim ini mencakup empat wilayah penting, yakni tiga desa di kawasan Desa Laut serta satu desa persiapan di Tanjung Berukang. Didukung penuh oleh armada speedboat dari pihak PHM, petugas membawa seluruh instrumen pelayanan adminduk langsung ke hadapan warga pelosok.
Iryanto menegaskan, blusukan ke kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar) ini merupakan harga mati demi menuntaskan target tahunan. Pihaknya berkomitmen tidak boleh ada satu pun warga Kukar di ujung pedesaan yang luput dari kepemilikan dokumen kependudukan yang sah.
“Jadi kita ingin warga di pelosok pun terlayani secara maksimal, itu target kami di tahun ini,” tutupnya penuh optimisme.
(hl/ya)



