44 Peserta Berebut Tiket Jadi Duta Budaya Kubar 2026
SENDAWAR – Antusiasme generasi muda terhadap pelestarian budaya di Kabupaten Kutai Barat terus meningkat. Hal itu terlihat dari membludaknya peserta Pemilihan Kanda Dinda Duta Budaya Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 yang mencapai 44 orang, jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Dari puluhan peserta tersebut, hanya 12 finalis terbaik yang berhasil melaju ke Grand Final Pemilihan Kanda Dinda Duta Budaya 2026 yang digelar di Gedung Aji Tullur Jejangkat (ATJ), Kecamatan Barong Tongkok, Senin (15/6/2026).

Ajang yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat itu menjadi wadah untuk menjaring putra-putri terbaik daerah yang akan mengemban tugas sebagai Duta Budaya sekaligus mewakili Kutai Barat di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Nanzy Paskadalius, mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi sinyal positif tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap budaya daerah.
“Antusiasme peserta tahun ini sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga budaya daerah terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.
Menurut Nanzy, 12 finalis yang tampil pada malam grand final merupakan peserta yang lolos melalui proses seleksi ketat berdasarkan kemampuan, wawasan budaya, serta potensi menjadi representasi daerah di tingkat provinsi. Ia menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam membina generasi muda agar semakin peduli terhadap pelestarian budaya lokal.
Sementara itu, Grand Final Duta Budaya 2026 dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat Ali Sadikin yang hadir mewakili Bupati Kutai Barat. Dalam sambutannya, Ali menegaskan pemilihan Duta Budaya bukan sekadar kompetisi mencari pemenang, tetapi menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi wajah budaya Kutai Barat di tengah perkembangan zaman.
“Pemilihan Duta Budaya bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi wajah budaya Kutai Barat, memiliki wawasan yang baik, serta mampu memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan adat, seni, bahasa, dan tradisi yang dimiliki Kutai Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
“Budaya kita memiliki nilai yang sangat besar. Karena itu, anak-anak muda harus menjadi pelopor dalam menjaga dan memperkenalkannya. Manfaatkan teknologi sebagai sarana promosi, bukan justru membuat kita melupakan identitas budaya yang kita miliki,” katanya.
Ali juga berpesan kepada para finalis agar menjadikan seluruh tahapan yang telah dilalui sebagai pengalaman untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan diri, dan memperdalam wawasan budaya daerah. Nanzy turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk sponsor dan mitra kerja, yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami berharap para finalis tidak hanya berhenti pada ajang kompetisi ini. Siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menjadi agen pelestarian budaya dan terus mengajak generasi muda lainnya untuk mencintai budaya daerah,” tuturnya.
(Adv/Diskominfo Kubar)



