KUTAI TIMUR

Ancaman Nyata di TNK, Perambahan dan Illegal Logging Disorot

KUTAI TIMUR – Kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) belum benar-benar aman. Di balik statusnya sebagai kawasan konservasi, ancaman perambahan dan aktivitas ilegal masih terus terjadi. Kepolisian pun mulai turun langsung, mengakui tekanan terhadap hutan dan satwa liar kian serius.

“Kondisi ekosistem hutan masih menyimpan kerentanan terhadap gangguan manusia. Ancaman itu nyata,” ujar Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto.

TNK sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu benteng terakhir keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur. Fungsinya tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga sebagai penopang keseimbangan lingkungan dalam skala yang lebih luas.

Namun, besarnya tekanan di lapangan menunjukkan bahwa status konservasi belum sepenuhnya menjamin perlindungan. Upaya menjaga kawasan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Perlindungan hutan dan satwa liar membutuhkan kerja bersama lintas sektor, mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat.

Menurutnya, pendekatan parsial justru berpotensi membuat penanganan tidak efektif. “Kalau tidak dilakukan bersama-sama, upaya pelestarian tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya.

Kata dia, diperlukan komitmen untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di kawasan konservasi. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran sekaligus memberi efek jera bagi pelaku kejahatan lingkungan.

Meski begitu, tantangan terbesar tetap berada pada kesadaran publik. Aktivitas masyarakat yang merusak hutan masih menjadi salah satu faktor pemicu kerusakan ekosistem. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat aktif menjaga lingkungan.

Peninjauan yang dilakukan aparat kepolisian ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap TNK belum mereda. Pertanyaannya, apakah langkah pengawasan dan penegakan hukum ke depan mampu benar-benar menghentikan laju kerusakan, atau hanya sekadar respons sementara?

(rh/sr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }