Lebaran Jadi Panggung Konsolidasi, Pemkab Kutim Temui Gubernur dan Wagub Kaltim
SAMARINDA – Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan silaturahmi dan seremonial, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memanfaatkan momentum open house Idulfitri 1447 Hijriah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan jajaran pimpinan Kalimantan Timur.
Rombongan Pemkab Kutim yang dipimpin Bupati Ardiansyah Sulaiman tiba di Pendopo Odah Etam, kompleks rumah jabatan Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada, Samarinda, Minggu (22/03). Dari sana, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah jabatan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Jalan Milono.
Bupati tidak datang sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Mahyunadi serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim, mulai dari Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, hingga Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Yahya Junarko.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda halal bihalal antardaerah. Kehadiran rombongan Kutim juga menjadi sinyal bahwa momentum Idulfitri dipakai sebagai ruang memperkuat hubungan antarpemangku kepentingan, termasuk dengan unsur pimpinan vertikal di Kaltim. Dalam kegiatan itu, turut hadir pula sejumlah pejabat penting, di antaranya Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro.
Ardiansyah Sulaiman mengatakan, Idulfitri memiliki makna lebih dalam daripada sekadar tradisi saling berkunjung. Menurutnya, momen ini penting untuk meluruhkan kekakuan komunikasi yang kerap muncul dalam rutinitas pemerintahan.
“Kita bersyukur sekali dalam momen Idulfitri ini bisa bersilaturahmi. Makna mendalam dari Idulfitri adalah saling berkunjung satu sama lain untuk menghilangkan beban-beban yang selama ini mungkin ada. Barangkali ada hal yang kurang berkenan selama menjalankan tugas, di sinilah tempatnya kita saling memaafkan,” ujar Ardiansyah.
Pernyataan itu menegaskan bahwa relasi kerja di lingkungan pemerintahan tidak selalu cukup dibangun lewat forum resmi. Dalam situasi yang lebih cair, komunikasi antarlembaga justru bisa terjalin lebih terbuka dan produktif.
Menurut Ardiansyah, berkumpulnya unsur pemerintah daerah, aparat vertikal, dan masyarakat dalam satu suasana nonformal menjadi kesempatan penting untuk membangun kesepahaman bersama.
“Ini menjadi momen bagi kita untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi. Banyak hal positif yang bisa dibicarakan dalam kerangka silaturahmi ini,” tambahnya.
Di rumah jabatan gubernur maupun wakil gubernur, rombongan Kutim juga berbaur dengan masyarakat yang hadir dalam gelar griya. Suasana itu memperlihatkan bahwa open house bukan hanya ruang temu seremonial, tetapi juga menjadi titik perjumpaan antara elite pemerintahan dan warga.
Melalui kunjungan ini, Pemkab Kutim ingin menegaskan bahwa di tengah agenda pembangunan Kalimantan Timur yang semakin padat, terutama dalam posisi strategisnya sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara, komunikasi yang cair dan hubungan antarlembaga yang sehat tetap menjadi fondasi penting jalannya pemerintahan.
(zak/sr)



