SAMARINDA – Menjelang Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyoroti peran krusial sektor transportasi dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan menekan potensi lonjakan harga. Kelancaran arus logistik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah selama periode Idulfitri.
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Yusliando menyampaikan transportasi merupakan urat nadi distribusi barang dan jasa yang memiliki pengaruh langsung terhadap stabilitas harga di daerah. “Kelancaran sistem transportasi sangat memengaruhi stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi daerah,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026, pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui penguatan komunikasi, koordinasi, serta aksi bersama dalam penyelenggaraan transportasi.
Pada sektor transportasi darat, sejumlah terminal di Kaltim disiapkan untuk menunjang mobilitas penumpang. Terminal tipe A seperti Terminal Batu Ampar dan Terminal Samarinda Seberang melayani rute antar kota antar provinsi (AKAP), termasuk rute Samarinda–Banjarmasin dan Balikpapan–Banjarmasin.
Sementara terminal tipe B yang dikelola Dinas Perhubungan Kaltim melayani rute antar kota dalam provinsi (AKDP) seperti Samarinda–Balikpapan, Samarinda–Bontang, Samarinda–Sangatta hingga Penajam–Tanah Grogot.
Selain itu, layanan angkutan sewa khusus juga disiapkan untuk memperkuat mobilitas masyarakat. Tercatat sebanyak 306 unit beroperasi di Samarinda dan 614 unit di Balikpapan, serta puluhan unit lainnya tersebar di wilayah Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Paser.
Pada sektor transportasi laut, sejumlah pelabuhan utama seperti Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Samarinda, dan Pelabuhan Bontang telah menyiapkan armada kapal untuk melayani mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Transportasi sungai juga menjadi jalur penting bagi masyarakat, terutama dari Dermaga Sungai Kunjang dan Dermaga Pasar Pagi yang melayani rute menuju wilayah pedalaman seperti Melak, Long Bagun, Long Iram, hingga Muara Pahu.
Di sektor udara, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan melayani berbagai penerbangan domestik dan internasional dengan fasilitas runway sepanjang 2.500 meter serta 11 garbarata.
Sementara Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto melayani rute domestik seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Berau, serta penerbangan perintis menuju wilayah terpencil seperti Maratua, Datah Dawai, Long Apung, dan Muara Wahau.
Untuk memastikan keselamatan selama masa angkutan Lebaran, Dinas Perhubungan Kaltim juga melakukan berbagai langkah pengawasan, mulai dari ramp check kendaraan angkutan umum, pemeriksaan fasilitas keselamatan, hingga monitoring operasional kapal sesuai standar prosedur. Selain itu, pemasangan spanduk di titik rawan kecelakaan, pembagian life jacket, serta sosialisasi keselamatan kepada operator dan pengguna transportasi juga dilakukan.
(zak/mam)



