SAMARINDA – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Timur mengimbau calon jemaah untuk menunda sementara keberangkatan ibadah umrah menyusul situasi keamanan jalur penerbangan menuju kawasan Timur Tengah yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan mengatakan imbauan tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi dengan Kemenhaj RI terkait perkembangan situasi keamanan penerbangan di sejumlah wilayah yang terdampak konflik.
Menurutnya, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan serta memantau rencana keberangkatan jemaah agar keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama.
“Berdasarkan informasi yang kami terima dari pusat, jalur udara di beberapa wilayah masih memerlukan perhatian khusus sehingga masyarakat disarankan menunda keberangkatan untuk sementara waktu,” ujar Mohlis di Samarinda, Kamis (05/03).
Ia menjelaskan, calon jemaah juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari maskapai penerbangan yang melayani rute menuju Tanah Suci, seperti Saudia Airlines maupun Garuda Indonesia, yang memiliki pembaruan data terkait kondisi rute penerbangan.
Selain faktor teknis penerbangan, Mohlis menilai penundaan perjalanan ibadah juga sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam syariat, karena keselamatan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah.
Ia menambahkan, biasanya terjadi peningkatan signifikan keberangkatan umrah menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan. Karena itu, agen perjalanan maupun calon jemaah diminta lebih aktif memantau perkembangan situasi sebelum memastikan jadwal keberangkatan.
“Keselamatan perjalanan merupakan syarat penting selain kesiapan fisik dan kemampuan finansial dalam melaksanakan ibadah ke Tanah Suci,” tegasnya. (zak/mam)



