Longtime.id – Lonjakan harga beras hingga hampir Rp1 juta per karung di Kabupaten Mahakam Ulu menjadi alarm keras rapuhnya distribusi pangan di wilayah pedalaman Kalimantan Timur. Ketika akses logistik tersendat dan harga tak terkendali, negara akhirnya turun tangan mengawal langsung pasokan demi mencegah krisis pangan berkepanjangan.
Untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga terkendali, Satuan Tugas Daerah (Satgasda) Pangan Polda Kaltim bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengawal langsung pengiriman bahan pangan dari Gudang Bulog Samarinda menuju Mahakam Ulu. Pengiriman perdana dilakukan pada Senin (09/02) lalu, sejak pukul 07.30 Wita dengan pengawasan ketat aparat.
Ketua Tim Kelompok Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi, menegaskan bahwa hasil pemantauan di lapangan tidak menemukan indikasi penimbunan. Menurutnya, lonjakan harga lebih disebabkan oleh jauhnya jarak distribusi serta terganggunya jalur transportasi sungai yang selama ini menjadi akses utama menuju Mahakam Ulu.
“Masalah utamanya ada pada distribusi. Jalur sungai tidak bisa dilalui optimal, sementara jarak tempuh sangat jauh. Ini yang membuat biaya logistik melonjak dan berdampak langsung ke harga di tingkat konsumen,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Bapanas menyiapkan 3,2 ton bahan pangan yang terdiri dari beras premium, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta minyak goreng Minyakita. Penambahan pasokan ini diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga sekaligus memperbaiki ketersediaan pangan di pasaran.
Kepala Kanwil Bulog Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Musazdin Said, menjelaskan bahwa pengiriman terpaksa dialihkan melalui jalur darat karena kapal belum dapat melintas menuju Mahakam Ulu. Distribusi darat dilakukan melalui rute Melak–Ujoh Bilang dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga hari akibat kondisi jalan yang masih dalam tahap pembangunan dan medan yang sulit.
Meski menghadapi tantangan logistik, Bulog bersama aparat keamanan memastikan distribusi tetap berjalan hingga barang tiba di tujuan. Setibanya di Mahakam Ulu, bahan pangan diserahkan kepada pemerintah kabupaten untuk selanjutnya disalurkan melalui pasar murah dan bazar pangan, terutama sebagai langkah antisipasi menjelang Ramadan.
Pemerintah menegaskan harga jual bahan pangan dalam program tersebut tidak boleh melampaui harga eceran tertinggi (HET). Untuk pasar murah, harga yang ditetapkan yakni beras premium maksimal Rp15.400 per kilogram, beras SPHP Rp13.100 per kilogram atau sekitar Rp65.500 per karung 5 kilogram, serta Minyakita maksimal Rp15.700 per liter.
Koordinator Satgasda Pangan Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, menyatakan pengawasan distribusi akan terus dilakukan hingga bahan pangan benar-benar diterima masyarakat. “Pengawalan ini bertujuan mencegah penyimpangan sekaligus menjamin ketersediaan pangan dengan harga terjangkau,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Agus Setyawan menambahkan, pihaknya bersama Dirreskrimsus Polda Kaltim dan instansi terkait juga menyalurkan 1,9 ton beras, serta bahan pokok lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, dan garam. “Distribusi ini menjadi bagian dari agenda Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026,” imbuhnya. (kontributor/sr)
