Kejurnas Pelangi Kaltim Siapkan Atlet Menuju FORNAS
Longtime.id – Langit Kota Samarinda dipenuhi warna-warni layang-layang dalam gelaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Layang-Layang yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu (08/02) kemarin. Ajang ini menjadi panggung pembuktian Persatuan Layang-Layang Seluruh Indonesia (Pelangi) Kalimantan Timur sebagai salah satu lumbung prestasi olahraga rekreasi di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Penyerahan hadiah dan piala kejuaraan dilakukan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, di kawasan Ex Bandara Temindung, Samarinda, Minggu sore.
Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia atas suksesnya pelaksanaan kejuaraan. Ia juga mengungkapkan rencana ambisius Dispora Kaltim untuk menggelar kegiatan berskala lebih besar ke depan.
“Ke depan, kami berencana mengadakan pemecahan Rekor MURI dengan menaikkan sekitar 3.000 layang-layang secara serentak,” ujar Faisal.
Ketua Pelangi Kaltim, Alwi H, menyebutkan sebanyak 96 peserta ambil bagian dalam kejuaraan ini, mulai dari pemain muda hingga atlet profesional. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Bontang, Sangatta, Berau, Penajam, dan Paser, tetapi juga dari Pulau Jawa (Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat) serta Provinsi Kalimantan Utara.
Sistem pertandingan menerapkan aturan gugur, di mana layang-layang yang sobek saat bertanding atau menyentuh tanah dinyatakan kalah. Penentuan pemenang dilakukan melalui adu keterampilan putus benang dengan gaya bebas (freestyle), pada ketinggian terbang sekitar 50 meter menggunakan benang nilon maupun katun.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai seleksi atlet yang akan mewakili Kalimantan Timur pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) mendatang.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp20 juta, dengan rincian Juara I Rp9 juta, Juara II Rp5,3 juta, Juara III Rp3 juta, Harapan I hingga III masing-masing Rp500 ribu, serta Top 12 masing-masing Rp200 ribu.
Alwi berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dispora dapat memberikan dukungan yang lebih nyata bagi para atlet layang-layang, baik dari sisi pembinaan maupun fasilitas.
“Selain prestasi, olahraga layang-layang punya dampak sosial positif. Kami ingin mengajak anak-anak sekolah agar bermain layangan menjadi alternatif sehat untuk mengurangi ketergantungan pada gawai. Ini olahraga luar ruang, dilakukan di bawah sinar matahari dari pagi hingga sore,” tutupnya. (kontributor/mam)



