NASIONAL

Standar Naik di 2026, Spesifikasi HP Murah Ini Tak Lagi Layak Dibeli

Longtime.id – Perkembangan teknologi yang kian pesat membuat pemilihan smartphone tidak lagi sekadar soal desain atau harga. Lonjakan penggunaan aplikasi berbasis AI, layanan cloud, serta koneksi 5G menuntut perangkat dengan spesifikasi yang lebih mumpuni demi menjaga produktivitas harian tetap lancar.

Agar tidak salah memilih, konsumen perlu mengenali spesifikasi yang sudah tidak relevan untuk penggunaan jangka panjang di tahun 2026. Berikut beberapa spesifikasi smartphone yang sebaiknya dihindari.

1. RAM 4 GB atau Lebih Rendah

Di tahun 2026, RAM 4 GB sudah tidak lagi memadai. Sistem operasi dan aplikasi modern membutuhkan ruang memori besar untuk berjalan stabil. Kapasitas RAM yang kecil berisiko menyebabkan aplikasi sering tertutup sendiri, multitasking terganggu, hingga penurunan performa signifikan.
Rekomendasi minimum: RAM 8 GB.

2. Penyimpanan Internal di Bawah 128 GB

Ukuran aplikasi dan pembaruan sistem yang terus membesar membuat penyimpanan 64 GB cepat penuh. Ruang penyimpanan yang hampir habis dapat memperlambat kinerja perangkat dan memicu kegagalan update sistem. Selain itu, aplikasi tidak dapat dipindahkan ke kartu memori eksternal.
Rekomendasi minimum: 128 GB internal storage.

3. Layar dengan Refresh Rate Rendah

Standar visual smartphone kini telah bergeser. Bahkan ponsel kelas bawah umumnya sudah dibekali panel IPS dengan resolusi HD+ dan refresh rate 90Hz. Layar dengan refresh rate rendah akan terasa patah saat navigasi dan dapat menyebabkan mata cepat lelah.
Rekomendasi minimum: Refresh rate 90Hz.

4. Baterai Kecil Tanpa Fast Charging

Penggunaan jaringan 5G dan aplikasi berat membuat konsumsi daya meningkat. Baterai di bawah 5.000 mAh berisiko tidak bertahan seharian. Selain kapasitas, kecepatan pengisian daya juga krusial untuk menunjang mobilitas.
Rekomendasi minimum: Baterai 5.000 mAh dengan fast charging minimal 33W.

5. Chipset Generasi Lama Tanpa Dukungan AI

Fitur AI kini menjadi standar pada kamera, asisten virtual, hingga pengolahan gambar. Chipset lama umumnya tidak memiliki unit pemrosesan AI khusus, sehingga kinerjanya lambat dan boros daya. Untuk penggunaan jangka panjang, chipset dengan dukungan AI menjadi kebutuhan, bukan lagi fitur tambahan. (red/sr)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }