Pameran Miniatur Sejarah Islam di Kutim jadi Pusat Edukasi Baru bagi Masyarakat

Longtime.id – Di antara keramaian pengunjung yang memadati pelataran Masjid Agung Al-Faruq, pameran miniatur sejarah Nabi dan Rasul yang baru dibuka langsung menjadi magnet edukasi baru bagi warga Kutai Timur.
Usai meninjau seluruh koleksi, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasinya kepada Disdikbud atas penyelenggaraan pameran bernuansa edukatif tersebut. Ia menilai, konsep visualisasi sejarah melalui miniatur membuat masyarakat lebih mudah memahami perjalanan panjang penyebaran Islam, termasuk sejarah Islam di Kalimantan Timur.

“Saya mengapresiasi pameran miniatur sejarah Nabi Muhammad dan perjalanan dakwah Islam di Kalimantan Timur, termasuk sejarahnya di Kutai yang memiliki jejak panjang peradaban,” ujarnya.
Pameran ini digelar di dalam bangunan miniatur Ka’bah yang berada di kawasan Masjid Agung Al-Faruq. Seluruh miniatur dan konten edukatif di dalamnya kini menjadi aset Disdikbud Kutim dan akan dipajang secara permanen sebagai sarana pembelajaran publik. Pengunjung dapat melihat berbagai replika yang menggambarkan kehidupan para Nabi dan Rasul, perkembangan peradaban Islam, hingga proses masuknya Islam ke wilayah Kalimantan Timur.
Bupati juga menekankan pentingnya pameran tersebut sebagai media pendidikan sejarah. Ia mengingatkan bahwa di Sangatta sendiri terdapat situs-situs bersejarah, seperti makam tua di Kampung Kajang, Sangatta Selatan, yang menjadi bagian dari jejak penyebaran Islam di Kutim.
Ia meminta Disdikbud Kutim berkoordinasi dengan sekolah-sekolah agar siswa dapat menjadwalkan kunjungan belajar. Menurutnya, cara belajar melalui visualisasi langsung akan memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi pelajar.
“Pameran ini terbuka untuk umum dan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga masyarakat luas. Ini bukan sekadar menampilkan benda bersejarah, tetapi menjadi sarana memahami peradaban Islam secara lebih menyeluruh,” tegasnya.
Pemerintah daerah, tambahnya, akan terus mendorong pengembangan kawasan wisata edukatif. Ia berharap pameran miniatur ini dapat menjadi salah satu destinasi yang tak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga memperkaya wawasan serta pengetahuan masyarakat. (adv/diskominfokutim/lt)



