Dispora Kukar Gelorakan Pushbike untuk Tumbuhkan Juara Kecil & Karakter Kuat di Tenggarong
TENGGARONG – Bayangkan balita usia 2-5 tahun meluncur lincah dengan pushbike—sepeda tanpa pedal yang didorong kaki—sambil tertawa riang, tapi sekaligus latih keseimbangan, keberanian, dan mental juang! Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) buktikan bahwa olahraga bisa dimulai sejak dini lewat program Pushbike, bukan sekadar mainan, tapi fondasi emas pembinaan berjenjang yang bentuk karakter dan fisik anak pra-sekolah.
Aji Ali Husni, Kepala Dispora Kukar, dengan mata berbinar ceritakan bagaimana Pushbike jadi pintu masuk olahraga yang fun tapi powerful. Ia tekankan, anak cukup duduk, dorong dengan kaki—dari situ lahir rasa percaya diri, koordinasi tubuh, dan semangat kompetisi sehat.
“Anak-anak belajar keseimbangan, keberanian, dan sportivitas lewat Pushbike—ini fondasi kuat buat jenjang olahraga serius nanti. Bukan cuma fisik, tapi mental juang yang kami tanam sejak kecil!” ujar Aji Ali. Oleh karena itu, program ini rutin digelar sebagai bagian sistem pembinaan berjenjang—mirip deteksi bakat usia dini di PPLPD, tapi versi balita.
Lebih lanjut, Aji Ali jelaskan bahwa anak berbakat langsung dapat pendampingan khusus via kolaborasi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kukar—dari latih teknik hingga ikut event lokal. “Kami tak biarkan potensi menguap—Pushbike jadi scout talenta, anak yang menonjol kami bina lanjutan sampai siap tanding nasional,” tambahnya. Bayangkan, dari lapangan kecil di Tenggarong, lahir juara pushbike seperti di Kejurnas 2024 yang Kukar ikuti—bukti sistem ini works!
Dengan Pushbike, Dispora Kukar wujudkan visi Kukar Idaman: generasi sehat, berani, dan berkarakter sejak PAUD. “Olahraga bukan cuma buat besar—tapi mulai dari kecil, dengan cara yang bikin anak ketagihan gerak!” pungkas Aji Ali.



