Longtime.id – Peredaran sabu masih menyasar hingga remaja dan menjangkau lintas wilayah dalam satu jaringan. Dalam waktu kurang dari sehari, polisi membongkar tiga kasus beruntun yang memperlihatkan bagaimana distribusi narkotika bergerak cepat dari tangan pemasok ke pengguna di tingkat lokal.
Di tengah bulan suci Ramadan, jajaran Polres Kutai Kartanegara melalui Satresnarkoba mengungkap tiga kasus peredaran narkotika hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, Jumat (20/02) lalu. Pengungkapan berantai ini bermula dari laporan masyarakat tentang maraknya transaksi sabu di wilayah Sanga-Sanga.
Kasatresnarkoba AKP Yohanes Bonar Adiguna menjelaskan, pengungkapan dimulai dari penangkapan seorang remaja berinisial MS (16) sekitar pukul 00.45 WITA di Jalan Mada, Kelurahan Sanga-Sanga Dalam.
“Petugas menemukan dua bungkus plastik bening berisi sabu seberat bruto 2 gram yang disembunyikan dalam bungkus rokok di dashboard sepeda motor. Polisi juga menyita satu unit ponsel dan kendaraan yang digunakan tersangka,” terangnya.
Hasil interogasi membawa penyidik pada pemasok utama berinisial MZ (26). Berdasarkan keterangan tersebut, tim bergerak ke wilayah Samarinda dan melakukan penangkapan di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Rawa Makmur, sekitar pukul 01.30 WITA.
Di kediaman MZ, polisi menemukan 28 bungkus plastik berisi sabu dengan berat bruto 39,63 gram. Selain itu turut disita timbangan digital, alat press plastik, bendel plastik klip, dua unit telepon genggam, satu sepeda motor, serta uang tunai Rp1,9 juta yang diduga hasil transaksi narkotika.
MZ mengakui kepemilikan sabu tersebut dan mengungkap sebagian barang telah diedarkan, termasuk kepada tersangka lain di wilayah Sanga-Sanga.
Pengembangan kasus kembali dilakukan. Pada pukul 09.00 WITA di hari yang sama, polisi mengamankan tersangka AW (27) di rumahnya di Jalan Simpang Tani, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga-Sanga.
Rangkaian penangkapan ini menunjukkan pola distribusi sabu yang bergerak cepat dari pemasok ke pengguna hingga jaringan lokal. Kepolisian memastikan penyelidikan masih terus dikembangkan untuk menelusuri mata rantai peredaran yang lebih luas. (ain/red)



