Kormi Dorong 4 OPD Sinergi Olahraga Rekreasi
Tenggarong– Ketua Kormi Kukar, Lukman, membuka rahasia tentang kunci utama keberhasilan olahraga masyarakat di Kukar: tidak bisa hanya mengandalkan satu OPD saja. Menurut dia, jika ingin olahraga rekreasi melesat, empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus berjalan bersama dan sinkron.
Lukman menegaskan, Kormi sudah memiliki peta jalur pembinaan yang jelas, dan masing-masing OPD memiliki peran strategis yang tidak dapat saling tumpang tindih.
“Kalau cuma Dispora yang bergerak, program besar tidak akan maksimal. Harus sinergi empat OPD,” katanya.
Ia merinci tiga kelompok besar olahraga masyarakat yang membutuhkan dukungan lintas sektor. Pertama, kategori Tantangan & Petualangan seperti BMX, panjat tebing, dan mancing. Bidang ini membutuhkan campur tangan Dispora dan Dinas Pendidikan & Kebudayaan karena menyentuh pembinaan bakat generasi muda.
Kategori kedua, Kesehatan & Kebugaran, seperti senam, yoga, hingga jalan sehat. Menurut Lukman, kegiatan ini wajib diakomodasi oleh Dinas Kesehatan mengingat dampaknya langsung pada kesehatan publik.
Terakhir, kategori Rekreasi & Wisata seperti gateball di objek wisata atau lomba dayung di destinasi sungai. Untuk ini, dukungan Dinas Pariwisata sangat vital agar event Kormi sekaligus dapat mengangkat potensi wisata daerah.
Lukman mengakui sinergi dengan Dispora sudah terbukti saat Kormi Kukar sukses tampil di Pornas Lombok 2025, mulai dari akomodasi hingga kesiapan atlet. Namun, ia menginginkan kolaborasi yang lebih luas: tidak hanya terjadi saat event besar, melainkan sepanjang tahun.
Ke depan, ia berharap Dinas Kesehatan rutin turun mendukung senam massal, Dinas Pendidikan memasukkan olahraga tradisional sebagai ekstrakurikuler, dan Dinas Pariwisata mempromosikan event Kormi sebagai daya tarik wisata daerah.
“Kalau empat OPD ini ‘nyanyi bareng’, olahraga rekreasi Kukar akan jadi yang paling terdepan di Kaltim. Pembinaannya mulai dari sekolah, berkembang di masyarakat, lalu naik ke level prestasi,” ujarnya.
Menurut Lukman, sekolah adalah titik awal pembinaan yang paling efektif. Dari sana, bibit-bibit baru dapat diarahkan ke komunitas dan Induk Organisasi (Inorga) yang sudah aktif di bawah Kormi Kukar.
Dengan kolaborasi besar ini, Lukman optimistis olahraga masyarakat Kukar tidak hanya ramai setiap akhir pekan, tetapi juga berpotensi memanen prestasi nasional secara konsisten.



