Jaga Stabilitas, JMSI Kaltim Tekankan Kolaborasi Media–Polri
BALIKPAPAN – Sinergi antara aparat kepolisian dan organisasi pers dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan di Kalimantan Timur. Hal itu mengemuka dalam agenda buka puasa bersama yang digelar jajaran Intelkam Polda Kalimantan Timur bersama sejumlah organisasi media di Balikpapan, Sabtu (07/03).
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim, Mohammad Sukri, menilai komunikasi intens antara kepolisian dan insan pers penting untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu persoalan di masyarakat.
“Banyak hal kami diskusikan, terutama bagaimana menjaga kondusivitas Kaltim. Sinergi seperti ini penting agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi besar karena salah komunikasi,” ujar Sukri.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Torani, Balikpapan, tersebut dihadiri sejumlah pimpinan dan perwakilan organisasi pers, di antaranya PWI Kaltim, PWI Balikpapan, JMSI Kaltim, AMSI Kaltim, SMSI Balikpapan, serta IJTI Balikpapan. Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi berbagai isu strategis di daerah.
Sukri menambahkan, media memiliki peran strategis dalam meredam isu sensitif yang berpotensi memecah belah masyarakat, termasuk persoalan yang berkaitan dengan konflik kepentingan maupun isu kesukuan.
“Melalui komunikasi seperti ini kita bisa menyamakan persepsi, sehingga narasi yang muncul tetap menjaga persatuan dan keamanan daerah,” katanya.
Ia juga berharap forum komunikasi informal antara kepolisian dan media tidak hanya berlangsung pada momentum Ramadan, tetapi dapat terus dilanjutkan sebagai ruang diskusi terbuka mengenai dinamika daerah.
“Langkah Polda Kaltim yang merangkul seluruh asosiasi media hari ini patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa menjaga stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubdit Kamsus Direktorat Intelkam Polda Kaltim, I Gde Dharma Suyasa, menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara kepolisian dan media sebagai bagian dari pilar demokrasi.
Menurutnya, kolaborasi antara Polri, insan pers, serta pegiat media sosial menjadi faktor penting dalam menjaga ruang informasi tetap sehat, sekaligus menangkal disinformasi di ruang digital.
“Pertemuan ini momentum strategis untuk memperkuat komunikasi. Kami ingin memastikan informasi yang beredar di masyarakat tetap positif dan mendukung stabilitas daerah,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Kaltim berharap hubungan kemitraan dengan media dapat terus terjaga secara berkelanjutan guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di Kalimantan Timur.
(red/red)



