Ekspansi Listrik Pedesaan Kutim: Tambahan Dua Desa Dorong Rasio Berlistrik Hampir 90 Persen

Longtime.id – Upaya pemerataan energi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki tahap penting setelah pemerintah daerah memastikan perluasan jaringan listrik PLN berbasis availability based tariff (ABT) mencakup 15 desa, meningkat dari sebelumnya 13 desa. Langkah ini diproyeksikan mendongkrak rasio desa berlistrik hingga sekitar 90 persen pada 2025.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim, Arief Nur Wahyuni, menyampaikan pada Senin (17/11/2025) bahwa dua desa tambahan—Desa Tepian Langsat di Kecamatan Bengalon dan Desa Himba Lestari di Kecamatan Batu Ampar—telah melalui proses verifikasi lokasi oleh tim PLN dan Bagian SDA. Keduanya dinilai memenuhi syarat untuk masuk dalam daftar pembangunan jaringan listrik pedesaan.

Dengan masuknya dua desa tersebut, kluster pembangunan listrik desa kini meliputi Batu Ampar: Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, Himba Lestari – Bengalon: Tepian Raya, Tepian Madani, Tepian Langsat – Muara Bengkal: Mulupan, Senambah – Sangkulirang: Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera, Pelawan, Peridan, Saka, Tepian Terap.
Menurut Arief, seluruh pembangunan jaringan ABT ditargetkan rampung pada 2025. Jika tercapai, persentase desa berlistrik PLN akan meningkat dari 81,56 persen menjadi sekitar 90 persen, atau setara 128 desa.
Proyek ini mencakup jaringan tegangan menengah: 169,45 kms, jaringan tegangan rendah: 112,53 km, gardu distribusi: 4.050 kVA, calon pelanggan baru: 3.496 rumah tangga. Seluruh sistem dirancang dengan pendekatan komunal maupun kompak daya berbasis kWp menyesuaikan kondisi geografis tiap desa.
Meski proyek ABT berjalan, belasan desa Kutim masih bergantung pada energi terbarukan seperti PLTS komunal dan sistem surya rumah tangga (SHS). Desa Pulau Miang di Sangkulirang serta Desa Tadoan dan Sandaran di Kecamatan Sandaran telah memanfaatkan PLTS komunal sejak 2018–2021. Di Sandaran, dua titik layanan yakni Sandaran Nyanyi dan Labuan Bilik menyediakan akses listrik surya bagi warga.
Pada 2025, pembangunan SHS akan dilakukan di Desa Tanjung Mangkalihat (Sandaran) untuk 100 rumah dan Long Poq Baru (Muara Ancalong) untuk 125 rumah. Arief menegaskan bahwa pemerataan akses listrik merupakan prioritas pembangunan jangka panjang Kutim. Pemerintah menerapkan dua jalur percepatan: memperluas jaringan PLN dan memperkuat energi terbarukan di wilayah yang belum memungkinkan dibangun jaringan konvensional.
“PLN bersinergi dengan visi-misi Pemkab Kutim untuk mewujudkan pemenuhan listrik di seluruh desa,” ujarnya. (adv/diskominfokutim/lt)



