Efektifkah Edukasi di Tengah Antrean Pasien?
RSUD Kudungga Sosialisasikan Hak Anak di Ruang Tunggu
SANGATTA – RSUD Kudungga Sangatta melakukan sosialisasi Konvensi Hak Anak (KHA) kepada pengunjung di ruang tunggu rawat jalan, Selasa (10/03). Sebanyak 82 orang yang terdiri dari pasien dan keluarga pendamping mengikuti kegiatan tersebut di tengah antrean pelayanan kesehatan.
Sosialisasi memanfaatkan waktu tunggu pasien dan keluarga yang sedang menanti giliran pelayanan medis. “Kegiatan ini dilakukan untuk memanfaatkan waktu tunggu pelayanan sekaligus mengurangi rasa jenuh para pasien dan pendampingnya,” ujar Yuliana Kalalembang, Kabid Keperawatan RSUD Kudungga.
Meski untuk memberi pemahaman masyarakat mengenai KHA agar keluarga lebih sadar dalam memenuhi hak-hak anak. Namun, pelaksanaan sosialisasi di ruang tunggu RS memunculkan pertanyaan efektivitas penyampaian materi di tengah situasi pengunjung yang sebagian besar datang berobat dan menunggu pelayanan medis.
Di satu sisi, ruang tunggu dianggap sebagai tempat yang memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul. Di sisi lain, kondisi antrean dan fokus pengunjung yang terpecah berpotensi membuat pesan edukasi tidak sepenuhnya terserap.
Meski demikian, pihak RSUD Kudungga menilai kegiatan tersebut tetap menjadi bagian dari upaya RS dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai perlindungan dan pemenuhan hak anak. Ia mengklaim, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mendorong Kutai Timur menuju predikat Kabupaten Layak Anak.
“Ke depan, upaya edukasi publik mengenai hak anak membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis agar tidak sekadar menjadi kegiatan sosialisasi singkat, tetapi mampu mendorong perubahan pemahaman dan praktik di tingkat keluarga,” pungkasnya.
(rh/mam)



