DPRD Kaltim Desak Perbaikan atau Relokasi SMAN 4 Samarinda

Longtime.id – Setelah lebih dari 40 tahun berdiri tanpa perbaikan menyeluruh, SMAN 4 Samarinda akhirnya mendapat perhatian dari DPRD Kalimantan Timur. Sekolah yang berdiri sejak 1982 itu disebut belum pernah mendapatkan dukungan signifikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim, meski kondisinya kerap memprihatinkan dan menjadi langganan banjir.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, mendesak Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk menjadikan perbaikan SMAN 4 sebagai prioritas. Ia meminta agar rencana rehabilitasi atau relokasi mulai diproyeksikan dalam Anggaran Perubahan 2025 dan direalisasikan pada 2026.
“Kita minta Disdikbud Kaltim untuk mulai menyusun rencana dalam perubahan anggaran 2025 ini. Jangan sampai sekolah seperti SMAN 4 dibiarkan terus dalam kondisi seperti sekarang. Harus sudah ada eksekusi pada 2026,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan sekolah di kawasan rawan banjir sangat mengganggu proses belajar-mengajar. Letak bangunan yang berada di dataran rendah membuat sekolah terendam bahkan saat hujan dengan curah ringan.
“Saya cukup aktif berbincang dengan kepala sekolahnya. Rumah saya dekat dari situ, jadi saya paham betul kondisinya,” jelasnya.
“Ketika hujan turun, bahkan curah yang tidak terlalu besar, sudah pasti banjir,” sambungnya.
Darlis menyebut, selama 43 tahun berdiri, SMAN 4 belum pernah mendapat alokasi anggaran besar dari APBD. Hal ini dianggap sebagai ironi dalam konteks keadilan pembangunan pendidikan di Kaltim.
Lebih lanjut, Darlis juga menyoroti pentingnya pemetaan kebutuhan sekolah berdasarkan data jumlah lulusan SMP setiap tahun.
Ia menyatakan Samarinda dan Balikpapan terus menjadi pusat tekanan daya tampung karena tingginya jumlah pendaftar ke SMA negeri, sehingga pembangunan sekolah baru harus menjadi prioritas provinsi.
“Kalau kita tidak segera bangun sekolah baru atau menambah ruang kelas baru, maka masalah daya tampung akan terus berulang tiap tahun. Ini soal hak anak-anak untuk mendapat pendidikan yang layak,” ucapnya.
lanjut jauh, Darlis akan mendorong penguatan koordinasi antara Disdikbud Kaltim dengan Bappeda dan TAPD agar kebijakan ini benar-benar masuk dalam prioritas anggaran.
Termasuk menjajaki relokasi SMAN 4 ke lokasi yang lebih aman dan strategis jika kondisi geografis saat ini sudah tidak memungkinkan diperbaiki secara efisien.
“Kalau memang harus direlokasi, itu juga harus segera dirancang. Jangan tunggu rusak parah dulu,” pungkasnya. (Adv/Sb/DPRDKaltim)



