Dispora Kukar dan DMI Bersinergi Dorong Kewirausahaan IRMA di Masjid Agung Tenggarong

TENGGARONG – Bayangkan masjid tak lagi sekadar tempat salat, tapi juga “markas” pemuda mandiri yang rintis usaha kopi atau printing digital—itulah visi segar yang kini digerakkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI)! Sinergi Dispora Kukar dan DMI ini langsung nyalakan potensi Ikatan Remaja Masjid (IRMA) untuk kewirausahaan, usai pelantikan pengurus DMI periode 2025–2030 yang dipimpin Bupati Edi Damansyah pada Rabu, 5 November 2025 di Pendopo Odah Etam. Langkah ini tak hanya ucapan selamat, tapi aksi nyata bangun generasi produktif dari masjid ke masyarakat.
Aji Ali Husni, Kepala Dispora Kukar, yang hadir langsung di pelantikan, tak bisa sembunyikan kegembiraannya. Ia puji Edi Damansyah yang jadikan masjid pusat ibadah sekaligus ekonomi umat, selaras visi Kukar Idaman Terbaik. “Selamat untuk Pak Edi sebagai Ketua DMI Kukar! Dispora Kukar dan DMI siap kolaborasi penuh—masjid jadi wadah wirausaha IRMA, agar pemuda tak cuma berdoa, tapi juga bergerak ciptakan nilai tambah,” serunya.
Oleh karena itu, Dispora sudah gelar pelatihan dasar, penguatan kapasitas, hingga akses modal untuk pemuda IRMA dan gereja—seperti bimtek kewirausahaan yang libatkan 40 peserta dari berbagai kecamatan Februari lalu. Ke depan, sinergi diperluas: masjid jadi “hub” pelatihan berkelanjutan, dari digital marketing hingga perizinan usaha, mirip program Pekan Raya Pemuda Oktober yang dorong UMKM muda.
Tak berhenti di kewirausahaan, Dispora Kukar dan DMI rencanakan sarana olahraga mini di lingkungan masjid—voli atau futsal sederhana untuk tarik pemuda aktif positif. “Kami ingin anak muda dekat masjid bukan cuma ibadah, tapi olahraga dan rintis usaha—seperti Fire and Rescue Pramuka yang latih kesiapsiagaan,” tambah Aji Ali. Ini selaras pelantikan DMI yang harap masjid jadi pemersatu umat dan penggerak kemakmuran, seperti harapan Sekda Sunggono mewakili Bupati Aulia Rahman Basri.
Lebih lanjut, Dispora siapkan pusat data pemuda dengan IRMA sebagai “mata-mata” lapangan: data kewirausahaan dan kepemudaan di sekitar masjid jadi dasar kebijakan tepat sasaran. Contoh sukses? IRMA Masjid Agung Tenggarong sudah dapat alat printing digital, komputer, laptop, printer, dan sound system—langsung rintis usaha mandiri. “Pola ini kami replikasi ke Masjid Besar Kota Bangun atau masjid lain, agar semangat wirausaha IRMA mekar di seluruh Kukar,” pungkas Aji Ali.



