Bupati Kutim: Bela Negara Bisa Dimulai dari Kepedulian Sosial
KUTAI TIMUR – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyebut semangat bela negara tidak harus diwujudkan melalui kekuatan militer. Menurutnya, menjaga persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta berkontribusi bagi masyarakat juga merupakan bagian dari upaya mempertahankan negara.
Ardiansyah mengatakan, bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban seluruh warga negara. Karena itu, setiap masyarakat dapat berkontribusi sesuai peran dan kemampuan masing-masing. “Mempertahankan negara tidak selalu berarti berperang. Membantu sesama dan menjaga persatuan juga merupakan bagian dari bela negara,” ujarnya.
Ia menyebut momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, organisasi seperti GBN-MI memiliki peran dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
Ardiansyah juga mengajak anggota GBN-MI untuk menjadi mitra pemerintah dengan turut memantau kondisi sosial di masyarakat serta menyampaikan berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung khidmat dan diakhiri dengan makan bersama serta silaturahmi antara pemerintah daerah, anggota organisasi, dan masyarakat yang hadir.
(rh/mam)



