Longtime.id – Menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat di Bulan Suci Ramadan, Polresta Samarinda melalui Satgas Pangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) bahan kebutuhan pokok penting (bapokting), Kamis (12/02) pagi kemarin.
Sidak dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri dan melibatkan unsur Polresta Samarinda, TNI, Pemkot, Bulog, BPOM, Bank Indonesia, Kejaksaan Negeri, serta instansi terkait lainnya. Langkah ini menjadi bentuk antisipasi terhadap potensi lonjakan harga dan gangguan distribusi.
Sejumlah titik strategis menjadi sasaran pemeriksaan, di antaranya Pangkalan LPG Toko Harapan di Jalan Dr. Sutomo, Pasar Segiri, SPBU Pertamina 64.751.14 Jalan Urip Sumoharjo, dan Indogrosir.
Dari hasil pengecekan, stok dan harga kebutuhan pokok secara umum terpantau relatif stabil. Di Pasar Segiri, harga bawang putih tercatat Rp42.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, ayam potong Rp32.000 per kilogram, dan cabai Rp65.000 per kilogram. Stok dinyatakan masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Di pangkalan LPG, ditemukan selisih berat tabung yang diduga akibat penyimpanan selama sekitar tiga hari sehingga berpotensi terjadi penguapan. Namun, selisih tersebut masih dalam batas wajar dan akan ditindaklanjuti pada tingkat pengisian. Sementara itu, pengukuran BBM di SPBU menggunakan bejana tera tidak menemukan indikasi kecurangan takaran.
Adapun di Indogrosir, pasokan beras dilaporkan segera kembali masuk pada akhir bulan ini. Mewakili Kapolresta Samarinda, Kabag Ops Kompol Zarma Putra menegaskan pengawasan akan terus diperketat selama periode Ramadan.
“Polresta Samarinda akan terus memperketat pengawasan distribusi dan harga bahan pokok. Kami tidak akan mentolerir penimbunan, manipulasi takaran, maupun permainan harga yang merugikan masyarakat. Jika ditemukan pelanggaran, akan kami tindak tegas sesuai hukum,” tegasnya.
Senada, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri memastikan kondisi pasokan secara umum masih aman. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami pastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia. Kendala distribusi akibat cuaca diperkirakan segera normal. Kami minta semua pihak menjaga stabilitas harga,” ujarnya. (kontributor/mam)



