Panen Tomat Kandolo Tembus Rp140 Juta per Hektare
Bukti Hortikultura Bisa Jadi Tumpuan Ekonomi Desa
Longtime.id – Angka menjadi pembuka optimisme di lahan milik Kelompok Tani Sumber Urip, Jalan Pendidikan RT 07, Desa Kandolo. Dalam satu kali periode panen tomat, per hektare lahan mampu menghasilkan sekitar Rp140 juta, dengan biaya produksi berkisar Rp25 juta.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyebut jika dibagi rata, petani bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp5 juta per periode panen. “Tentu sangat memiliki potensi dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Potensi itu lahir dari komoditas yang dipilih secara strategis. Tomat memiliki siklus tanam relatif singkat, pasar luas, dan perputaran modal cepat. Kombinasi teknis dan ekonomi inilah yang membuat hortikultura menjadi alternatif menjanjikan di tingkat desa.
Ketua Kelompok Tani Sumber Urip, Arif Sugianto, berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, khususnya dalam peningkatan keterampilan, bantuan sarana produksi, dan akses pemasaran. Ia juga mengusulkan bantuan alat angkut panen guna menunjang distribusi hasil pertanian.
“Saat ini kelompok kami mengelola lahan seluas 22,2 hektare dengan komoditas beragam, seperti melon, semangka, cabai, dan tomat yang ditanam bergilir sesuai musim,” ujarnya.
Keberhasilan panen tomat di Kandolo menjadi gambaran dengan pembinaan konsisten dan sinergi pemerintah, hortikultura mampu menjadi sumber penghidupan yang stabil sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (rh/mam)



