Dispora Kukar Gencarkan Olahraga Leluhur
Tenggarong– Warisan leluhur tidak boleh dibiarkan memudar! Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi mengajak seluruh komunitas dan warga dari berbagai kecamatan untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional khas daerah.
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menegaskan bahwa Dispora siap menjadi fasilitator utama, sementara teknis pembinaan akan dilakukan oleh komunitas dan Induk Organisasi (Inorga) di bawah Kormi Kukar. Skema ini dirancang mudah agar kegiatan bisa tumbuh secara mandiri dari bawah.
“Dari tingkat RT sampai kecamatan, kalau mau gelar lomba enggrang, ketapel, gasing, atau panahan tradisional, langsung ajukan ke kami. Selama anggaran tersedia, fasilitas dan peralatan kami bantu,” tegas Ari.
Semangat pelestarian ini memiliki alasan kuat. Setiap kecamatan memiliki ciri khas olahraga tradisional yang menjadi identitas komunitas lokal. Jika tidak dijaga, beberapa permainan ini terancam punah karena banyak anak muda yang tidak pernah mencobanya lagi.
Contohnya, Kecamatan Kota Bangun Darat dikenal kuat dengan permainan enggrang dan kelom panjang. Sementara itu, Sanga-sanga menjadi gudangnya para penembak ketapel pada berbagai event daerah. Kedua kecamatan ini memiliki potensi untuk menggelar event rutin setiap tahun.
Samboja juga terkenal dengan panahan tradisional yang sering digelar di lapangan terbuka. Di wilayah tengah seperti Tenggarong, Loa Kulu, dan Sebulu, olahraga gasing masih bertahan dan kerap menjadi tontonan yang ramai.
Tidak ketinggalan, Muara Jawa menyimpan tradisi lari balok dan belogo yang membutuhkan unsur fisik dan kelincahan. Kegiatan tersebut sering menjadi magnet warga saat perayaan Hari Kemerdekaan atau gelaran desa.
Ari menegaskan Dispora dan Kormi Kukar memiliki komitmen besar agar olahraga tradisional kembali populer, terutama di kalangan generasi muda.
“Olahraga tradisional bukan cuma permainan, tapi identitas dan kebanggaan Kukar,” ujarnya.
Dengan dukungan fasilitas serta semangat komunitas, tahun 2025–2026 diharapkan menjadi era kebangkitan olahraga tradisional di Kukar. Masyarakat tinggal mengajukan proposal, dan Dispora siap turun mendampingi.



