Seleksi Terbuka JPTP Kutim Masuki Tahap Penilaian Substantif

Longtime.id – Tahapan krusial seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah memasuki fase penilaian substantif. Selama tiga hari, 24–27 November 2025, 37 ASN yang lolos administrasi menjalani tes makalah dan wawancara mendalam, sebagai ujian utama untuk menduduki posisi strategis di Pemkab Kutim.
Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menjelaskan bahwa rangkaian asesmen dimulai Selasa (25/11/2025) dan dipusatkan di Samarinda. Kegiatan ini dipimpin Ketua Panitia Seleksi JPTP sekaligus Sekretaris Kabupaten Kutim, Rizali Hadi, yang menekankan pentingnya integritas, objektivitas, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi.

“Seluruh tahapan disusun transparan dan profesional, serta dapat dipantau publik melalui kanal resmi BKPSDM Kutim,” jelas Misliansyah usai pembukaan asesmen. Ia menegaskan bahwa seleksi ini merupakan hasil kolaborasi BKPSDM Kutim dengan BKD Provinsi Kalimantan Timur, dengan prinsip meritokrasi sebagai dasar pengisian jabatan.
Sebanyak 37 ASN yang lolos administrasi kini mengikuti penilaian kompetensi substantif, meliputi penyusunan makalah dan wawancara mendalam. Penetapan tiga besar tiap formasi dijadwalkan pada 3 Desember 2025, sebagai kandidat resmi untuk menduduki posisi strategis yang menentukan arah birokrasi Kutim beberapa tahun ke depan.
Seleksi terbuka JPTP 2025 dimulai dengan pengumuman formasi pada 10 Oktober lalu. Peserta yang memenuhi syarat administratif berasal dari enam formasi penting, yaitu: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris DPRD, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkebunan, dan Kepala Dinas Kesehatan. Total peserta 37 ASN menunjukkan tingginya antusiasme aparatur Kutim untuk berkompetisi secara terbuka dan profesional.
Misliansyah menambahkan bahwa publik tentu menantikan siapa yang akan mengisi kursi-kursi strategis ini. Posisi-posisi tersebut menjadi poros penguatan tata kelola pemerintahan daerah, yang berpengaruh pada kualitas pelayanan publik dan efektivitas birokrasi Kutim.
“Melalui proses ini, kami berharap birokrasi Kutim semakin kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Seleksi ini bukan sekadar formalitas, tetapi fondasi bagi penguatan tata kelola pemerintahan di masa depan,” pungkas Misliansyah. (adv/diskominfokutim/lt)



