Kukar Lindungi Atlet Dengan Jaminan Kerja Penuh
Tenggarong– Di Kutai Kartanegara (Kukar), upaya meraih prestasi kini berjalan seiring dengan jaminan keselamatan. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar telah memberlakukan kewajiban pendaftaran seluruh pihak yang terlibat dalam acara olahraga—mulai dari atlet, pelatih, hingga ofisial—keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan ini aktif selama sebulan penuh, mencakup risiko cedera dan kecelakaan kerja.
Kebijakan ini menggarisbawahi pergeseran fokus: meskipun target medali emas tetap diutamakan, keselamatan dan keamanan atlet kini menjadi prioritas utama. Dispora Kukar memastikan bahwa pengejaran prestasi tertinggi tidak boleh merugikan keamanan mereka saat berada di arena.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa meskipun cabang beladiri seperti karate, taekwondo, dan pencak silat merupakan unggulan Kukar, kini semua cabang olahraga menerima tingkat perlindungan yang setara.
“Atlet Kukar Dapat Perlindungan Penuh bukan sekadar jargon,” tegas Aji Ali. “Ini amanat undang-undang, bukan opsi,” tambahnya.
Ia mengatakan bahwa setiap event resmi yang diselenggarakan Dispora wajib mendaftarkan semua peserta ke BPJS Ketenagakerjaan demi menjamin perlindungan maksimal.
Perlindungan ini mencakup segala jenis cedera, dari ringan hingga berat. Dengan jaminan ini, atlet dapat fokus pada pertandingan tanpa perlu cemas tentang risiko kecelakaan atau cedera yang tidak tertangani. Jaring pengaman ini juga diperluas untuk mencakup pelatih, wasit, dan panitia penyelenggara.
Dispora juga mendorong para peserta untuk meneruskan perlindungan secara mandiri setelah acara selesai. Tujuannya adalah menjaga keamanan dan kenyamanan mereka tetap terjamin, bahkan setelah kompetisi usai.
Aji Ali menekankan pentingnya sinergi antara sportivitas dan perlindungan komprehensif. Dengan keberadaan wasit yang adil, aturan yang ketat, dan BPJS yang siaga 24 jam, atlet didorong untuk menampilkan performa terbaik mereka tanpa dibayangi rasa khawatir.
“Prestasi harus lahir dari kemampuan, bukan intervensi atau rasa was-was,” ujarnya. “Dengan program ini, atlet lebih tenang,” katanya.
Program ini menempatkan Kukar sebagai pelopor di Kalimantan Timur dalam mewujudkan olahraga prestasi yang aman dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Atlet tidak hanya kembali dengan medali, tetapi juga dengan jaminan perlindungan penuh.
“BPJS adalah tameng kami,” pungkas Aji Ali. “Kami tak mau atlet hebat pulang dengan medali tapi luka yang tak tertangani,” tegasnya.
Melalui kebijakan ini, Kukar membuktikan bahwa keselamatan atlet dan prestasi olahraga dapat berjalan harmonis.



