Dispora Kukar Rutin Gelar Gerakan Etam Mengaji: Awal Rapat Wajib Baca Al-Qur’an di Tenggarong
TENGGARONG – Bayangkan suasana kantor pemerintahan yang tak lagi dingin birokrasi, tapi hangat lantunan ayat suci sebelum rapat dimulai—itulah budaya baru yang kini melekat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar)! Lewat Gerakan Etam Mengaji (Gema), Dispora tanamkan nilai spiritual dalam rutinitas kerja: setiap bidang punya jadwal mengaji rutin, dan tak ada pertemuan tanpa pembukaan ayat pendek Al-Qur’an—langkah nyata bentuk ASN berakhlak, sabar, ikhlas, dan penuh integritas.
Aji Ali Husni, Kepala Dispora Kukar, dengan penuh semangat ceritakan bagaimana Gerakan Etam Mengaji jadi pondasi moral pegawai. Ia tekankan, ini bukan seremoni semata—tapi budaya kerja yang hidup, lengkap panduan teknis dan Surat Keputusan Kepala Dinas untuk jaga konsistensi.
“Setiap rapat kami awali ayat suci—pengingat semua keputusan berlandaskan kebaikan. Gerakan Etam Mengaji bukan rutinitas, tapi bentuk ASN yang tenang batin, ikhlas layani masyarakat,” ujar Aji Ali. Oleh karena itu, setiap bidang sesuaikan jadwal: pagi sebelum apel, siang usai salat, atau sore jelang pulang—semua ikut, dari staf hingga pimpinan.
Lebih lanjut, Aji Ali sorot relevansi nilai Al-Qur’an: kesabaran, kejujuran, tanggung jawab—senjata utama ASN hadapi tantangan pelayanan publik. “Dengan Gerakan Etam Mengaji, budaya kerja harmonis, disiplin, dan bernilai ibadah—pegawai tak cuma kerja, tapi beramal,” tambahnya. Ini selaras visi Kukar Idaman: pemerintahan religius yang dekat rakyat, seperti program serupa di masjid-masjid atau pesantren binaan.
Dispora bertekad jadikan Gerakan Etam Mengaji contoh bagi OPD lain—agar semangat spiritual menular ke seluruh perangkat daerah Kukar. “Kami ingin Gema Mengaji jadi role model—pemerintahan tak sekadar administrasi, tapi ladang pahala,” tutup Aji Ali.



